Menteri Bahlil: Prabowo Presiden Kedua yang Meresmikan RDMP

3 Min Read
Menteri Bahlil: Prabowo Presiden Kedua yang Meresmikan RDMP (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) pada 2026 menandai sejarah baru energi Indonesia.

Sejak pasca Orde Lama, baru dua presiden yang menandatangani peresmian RDMP, yakni Presiden Soeharto pada 1994 dan kini Presiden Prabowo Subianto.

“Dalam sejarah bangsa, pasca Orde Lama, cuma dua presiden yang meresmikan RDMP. Satu adalah Presiden Pak Harto, terakhir tahun 94. Dan 32 tahun kemudian, Presiden Prabowo Subianto meresmikan RDMP pada 2026,” ujar Bahlil dalam sambutannya. Senin, (12/1/2026).

Menurut Bahlil, peresmian ini selaras dengan visi Presiden Prabowo dalam pengelolaan energi nasional, termasuk peningkatan kapasitas lifting minyak bumi. Sejak 10 tahun terakhir, capaian lifting minyak Indonesia belum mencapai target. Namun pada 2026, capaian lifting minyak telah menembus 600,5 ribu barel per hari, melampaui target APBN.

“Alhamdulillah Bapak Presiden, sejak 10 tahun terakhir lifting kita nggak pernah tercapai. Baru di 2026, lifting minyak kita mencapai bahkan melampaui target APBN sebesar 600,5 ribu barrel per day. Tahun 2024 kita hanya mencapai 580 ribu barrel, jadi kita naik 25,3 ribu barrel,” terang Bahlil.

Menteri ESDM menjelaskan upaya yang dilakukan termasuk aktivasi sumur tua dengan teknologi modern, percepatan tender lapangan baru, serta pelaksanaan mandatori B40. Langkah ini menunjukkan kerja sama lintas kementerian dan BUMN dalam mendorong asas sosial empat energi.

“Percepatan pembangunan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina ini merupakan kolaborasi antara BUMN, Pertamina, dan seluruh kementerian untuk mendorong asas sosial empat energi,” tambah Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menekankan bahwa proyek RDMP merupakan terobosan strategis untuk meningkatkan kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor. Proyek ini diperkirakan menyerap investasi sekitar USD 7,4 miliar atau Rp123 triliun, dengan peningkatan kapasitas produksi minyak mentah dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel per hari.

“Ini adalah RDMP terbesar di Indonesia, Pak. Dengan proyek ini, kita bisa menambah 100 ribu barel dan menghemat devisa sekitar Rp60 triliun lebih,” ujar Bahlil.

Selain itu, proyek RDMP mendukung target energi bersih dengan Euro 5 dan net zero emission, sekaligus memperkuat ketersediaan solar dan bensin untuk kebutuhan domestik. Bahlil menegaskan ke depan impor solar diharapkan bisa dihentikan.

“Dengan B40 dan B60, impor solar kita tinggal 5 juta kiloliter dan bahkan surplus 1,4 juta. Ini akan terus kita dorong agar ke depan tidak ada lagi impor,” kata Bahlil.

Peresmian RDMP ini sekaligus menjadi simbol keberlanjutan program energi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan komitmen kedaulatan energi Indonesia.

Editor: Sultoni

Share This Article