BANGKALAN, NOLESKABAR.COM– Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tidak boleh berhenti pada rutinitas seremoni tahunan.
Momentum keagamaan ini, menurut Lukman, harus dibuktikan melalui kerja nyata aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
“Hikmah Isra Mi’raj bukan hanya soal spiritualitas, tetapi juga ujian moral bagi aparatur negara. Kedisiplinan, kejujuran, dan komitmen menjalankan amanah harus terlihat dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya pada acara peringatan Isra’-Mi’raj di Pendopo Agung, Rabu, 21 Januari 2026.
Menurut Lukman, tata kelola pemerintahan yang baik hanya dapat terwujud jika aparatur menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pegangan utama, bukan sekadar jargon. Pelayanan publik yang lamban, tidak adil, dan tidak transparan, menurutnya, adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah.
Disisi lain, Lukman menegaskan Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyatakan komitmen untuk terus mendorong penguatan nilai keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan, kata Bupati, tidak boleh hanya diukur dari angka dan proyek fisik, tetapi juga dari kualitas integritas aparatur dan kepercayaan masyarakat.
“Nilai agama harus menjadi fondasi pembangunan. Tanpa itu, kemajuan hanya akan melahirkan ketimpangan dan ketidakpercayaan publik,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat adalah bentuk ibadah yang menuntut kejujuran dan tanggung jawab. Setiap aparatur diminta untuk menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan dan pelayanan.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut diakhiri dengan tausiyah keagamaan oleh KH Achmad Faqod Zubair, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan pentingnya konsistensi antara ucapan, keimanan, dan perbuatan, terutama bagi para pemegang amanah publik.
Penulis: Syah
