Rumah Reot di Bangkalan Viral di Medos, Mathur: Kemana Para Pejabat?

2 Min Read
Rumah Reot di Bangkalan Viral di Medos, Mathur: Kemana Para Pejabat? (Ilustrasi)

BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Sebuah video rumah reot di Dusun Longkak, Desa Bandang Laok, Kecamatan Kokop, Bangkalan, mendadak viral di media sosial Facebook.

Video yang berdurasi 1 menit lima detik itu diunggah oleh akun milik Mathur, pegiat anti korupsi sekaligus mantan anggota DPRD Jawa Timur, dan langsung menyulut perhatian publik.

Dalam video, pemilik rumah, Rusmiyeh, tampak memohon bantuan. Hunian yang miring dan mudah dimasuki air saat hujan itu memperlihatkan dapur ambrol, tempat tidur reyot, dan bagian rumah lain yang nyaris tak layak huni.

Seorang warga yang muncul dalam video menambahkan komentar yang membuat miris: “Izin melaporkan, kondisi rumah Ibu Rus agak miring. Kalau hujan masuk, sangat mengkhawatirkan.”

Mathur tidak tinggal diam. Dalam caption unggahannya, ia menyinggung sejumlah pejabat daerah: “Pak Kades, Camat, dan Bupati Bangkalan, termasuk anggota DPR yang biasanya membawa program BSPS ribuan lokasi di Bangkalan, kok ini terlewatkan?”

Unggahan ini memicu gelombang reaksi warga. Banyak komentar menyoroti ketimpangan distribusi bantuan perumahan dan menuntut perhatian serius bagi rumah warga yang terdampak.

Kondisi rumah Rus kini menjadi simbol ironi program pemerintah yang katanya “menjangkau semua,” tapi kenyataannya ada yang luput dari radar. Video tersebut ramai dibagikan, memicu perdebatan tentang pengawasan dan akuntabilitas program pembangunan hunian rakyat di Bangkalan.

Diskusi publik kini beralih ke pertanyaan serius: siapa yang bertanggung jawab ketika rumah rakyat yang sederhana harus menunggu hujan berikutnya untuk mendapat perhatian?

Masyarakat menyoroti perlunya percepatan penanganan rumah tidak layak huni dan pemetaan ulang lokasi bantuan, agar “program ribuan lokasi” tidak hanya berhenti di papan laporan, tapi benar-benar menyentuh lantai rumah warga yang reyot.

Share This Article