BNBR Anjlok ke Rp170, Adu Saham Grup Bakrie: Siapa Tahan Banting?

2 Min Read
BNBR Anjlok ke Rp170, Adu Saham Grup Bakrie: Siapa Tahan Banting? (Ilustrasi)


JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Saham Bakrie & Brothers (BNBR) terjun bebas hari ini, anjlok 9,57% ke Rp170 per lembar saham pada penutupan perdagangan Jumat, 23 Januari 2026. Penurunan ini menjadi perhatian investor karena termasuk koreksi terbesar di antara saham konglomerasi Indonesia minggu ini.


Dampak penurunan BNBR terasa di saham afiliasi grup Bakrie lainnya. Bakrieland (ELTY) ikut turun 9,23% ke Rp59, sementara Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) terjun 9,62% ke Rp376. PT Exploitasi Energi Indonesia (CNKO) juga terdampak, melemah 8,11% ke Rp68. Tren ini menunjukkan adanya korelasi pergerakan harga di saham-saham grup Bakrie.


Namun tidak semua saham grup Bakrie ikut merosot tajam. Saham energi seperti Energi Mega Persada (ENRG) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih mampu bertahan, dengan kenaikan tipis masing-masing 2,96% dan 3,45%. Sementara itu, saham properti seperti PT Graha Andrasentra Propertindo (JGLE) turun 8,82% ke Rp62, menegaskan sektor properti lebih rentan terhadap koreksi.


Jika dibandingkan dengan performa pasar, BNBR mencatat kapitalisasi pasar Rp29,48 triliun dan volume perdagangan rata-rata 216,51 juta lembar saham. Rentang harga tahunan BNBR cukup lebar, dari Rp25 hingga Rp264, menegaskan volatilitas tinggi yang menjadi tantangan bagi investor jangka pendek.


Rasio P/E dan hasil dividen BNBR masih belum tersedia, sehingga keputusan investor lebih banyak bergantung pada analisis teknikal dan tren pasar daripada fundamental dividen.


Dari sisi teknikal, level Rp170 menjadi area support penting. Jika bertahan, potensi rebound terbuka; jika tembus, tekanan jual bisa memicu koreksi lebih dalam, tidak hanya untuk BNBR tetapi juga saham afiliasi.


Investor disarankan memantau saham afiliasi grup Bakrie dan melakukan diversifikasi portofolio. Saham energi yang relatif stabil bisa menjadi penyeimbang bagi investor menghadapi volatilitas saham holding dan properti.


Tren hari ini menegaskan “adu-saha” dalam grup Bakrie: sebagian saham tahan banting, sebagian lainnya tertekan. Strategi cermat dan pengamatan tren jangka pendek menjadi kunci bagi investor menghadapi dinamika pasar yang tinggi.


Kesimpulannya, meski BNBR anjlok, grup Bakrie menunjukkan variasi performa antar sektor. Investor yang cermat bisa menemukan peluang di tengah volatilitas, terutama di saham energi dan properti yang sedang bergerak berbeda arah.

Share This Article