BANDUNG,NOLESKABAR.COM– Longsor yang menimpa Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tidak semata disebabkan hujan deras. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut perubahan pola makan masyarakat perkotaan turut memengaruhi kondisi lereng.
Menurut Hanif, urbanisasi telah mengubah kebutuhan pangan, sehingga permintaan sayuran subtropis seperti kentang, kol, kobis, dan paprika meningkat. Sayuran tersebut kemudian dibudidayakan di lereng pegunungan yang seharusnya dilindungi.
“Urbanisasi mengubah cara kita makan. Kita mengonsumsi jenis sayuran yang sebenarnya bukan dari habitat asli tanah kita,” ujar Hanif saat meninjau lokasi longsor, Minggu (25/1/2026).
Sayuran subtropis ini berasal dari wilayah seperti Chile dan Peru. Permintaan tinggi membuat tanaman tersebut ditanam di ketinggian seribu meter lebih, meskipun akarnya dangkal dan tidak mampu menahan tekanan tanah.
Akibatnya, kawasan yang seharusnya ditanami tanaman keras, yang berfungsi menstabilkan lereng, diganti dengan tanaman sayuran. Hal ini meningkatkan risiko longsor di kawasan pegunungan.
Hanif menambahkan, perubahan penggunaan lahan terjadi terlalu cepat tanpa diimbangi tata kelola lingkungan yang memadai. Daya dukung tanah menurun, sehingga kawasan rawan bencana semakin besar.
Untuk menanggulangi kondisi ini, Kementerian Lingkungan Hidup akan menurunkan tim ahli. Tim ini bertugas memetakan lanskap, menilai karakter lahan, dan mengevaluasi dampak alih fungsi lahan secara menyeluruh.
Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar perbaikan tata ruang dan penataan ulang lanskap. Tim ahli juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk menentukan langkah strategis ke depan.
Selain kajian teknis, pemerintah juga membuka kemungkinan menindak aspek pelanggaran lingkungan. Penataan lanskap dan tata ruang dianggap penting agar fungsi lindung lereng pegunungan tetap terjaga bagi keselamatan warga.
Dengan pendekatan ilmiah dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan keseimbangan antara kebutuhan pangan perkotaan dan kelestarian lingkungan dapat tercapai. Langkah ini bertujuan mencegah terulangnya longsor serupa di masa depan.
