LUWU, NOLESKABAR.COM – Kekerasan brutal yang menyasar perempuan dan anak kembali mengoyak nurani. Seorang ibu bersama tiga anak balitanya menjadi korban penyiraman air panas oleh tujuh pemuda di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, hanya karena persoalan sepele: sepeda motor yang nyaris tersenggol.
Peristiwa keji itu terjadi pada Senin dini hari, 26 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WITA, di Kecamatan Walenrang Utara.
Keluarga korban, Andi Reski, tengah dalam perjalanan bersama istri dan tiga anaknya yang masih balita. Karena jalan utama diblokade massa pendemo yang menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya, Andi terpaksa mencari jalur alternatif melalui Lorong Karumbing, Desa Marabhana.
Malapetaka bermula saat mobil Hilux yang dikendarai Andi nyaris menyenggol sepeda motor milik seorang pemuda. Andi mengaku telah berhenti dan meminta maaf. Namun situasi justru berubah menjadi mimpi buruk.
Mobil keluarga kecil itu diikuti hingga Kelurahan Bosso, lalu diadang oleh sekelompok pemuda. Tanpa ampun, kaca mobil dilempari batu, Andi Reski dipukul hingga mengalami luka robek di alis dan memar di mata kanan.
Aksi kekerasan mencapai puncak kebiadaban ketika salah satu pelaku menyiramkan air panas dari termos ke arah istri Andi dan ketiga anaknya.
Korban, Andi Aminah (44) serta anak-anaknya yang berusia 4 tahun, 2 tahun, dan 8 bulan, mengalami luka bakar serius. Tangisan balita pecah di tengah gelapnya malam, tanpa ada belas kasihan dari para pelaku.
“Korban anak mengalami luka bakar akibat disiram air panas dari termos,” ujar Kasatreskrim Polres Luwu, Iptu Ibnu Robbani.
Saat ini, seluruh korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara mobil korban rusak berat, dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 40 juta.
Polisi bergerak cepat. Tujuh pemuda pelaku penganiayaan telah ditangkap dan kini mendekam di tahanan Polres Luwu.
Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi aksi main hakim sendiri.
“Ini tindakan sangat kejam. Tidak ada pembenaran untuk kekerasan dalam kondisi apa pun, terlebih terhadap perempuan dan anak,” tegasnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan memantik kemarahan warganet. Banyak pihak mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya, mengingat korban adalah anak-anak yang tak berdaya
