MASTREN, IAI, dan PII Bersatu: MoU Nasional Benahi Bangunan Pesantren

2 Min Read
MASTREN, IAI, dan PII Bersatu: MoU Nasional Benahi Bangunan Pesantren (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Masyarakat Pesantren Nasional (MASTREN), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) resmi menjalin Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kualitas pembangunan dan keselamatan bangunan pondok pesantren di Indonesia.

Penandatanganan MoU MASTREN, IAI, dan PII dilakukan di Jakarta, Selasa,(3/2/2026), sebagai langkah strategis menyatukan pesantren dan organisasi profesi dalam pembenahan lingkungan pesantren nasional.

Dalam kerja sama tiga organisasi ini, MASTREN berperan sebagai penghubung pesantren, IAI memastikan mutu desain arsitektur pesantren, sementara PII mengawal aspek rekayasa teknik dan struktur bangunan.

Ketua Syuriah MASTREN KH. Muchlis Muhsin menegaskan, MoU pesantren ini menjawab persoalan klasik pembangunan pesantren yang selama ini minim pendampingan teknis profesional.

“Dengan adanya MoU MASTREN, ini menjadi kesatuan antara pesantren, (PII) Persatuan Insinyur Indonesia, dan (IAI)Ikatan Arsitek Indonesia. Semua dilakukan secara gratis,” ujar KH. Muchlis.

Ia menekankan, kerja sama MASTREN, IAI, PII dijalankan dengan semangat wakaf profesi, di mana arsitek dan insinyur mewakafkan keahlian mereka untuk pesantren.

“Para arsitek dan ahli konstruksi sepakat mewakafkan keahlian dan keilmuannya, sehingga pesantren benar-benar menerima manfaat,” tegas KH. Muchlis.

KH. Muchlis mengungkapkan, MoU tiga organisasi nasional ini merupakan kelanjutan dari peluncuran MASTREN yang digelar beberapa bulan lalu di Surabaya.

“Waktu launching MASTREN di Hotel Shangri-La Surabaya, kami membawa satu slogan utama, yakni mewakafkan profesi,” katanya menegaskan arah gerakan pesantren.

Menurutnya, komitmen PII dan IAI untuk pesantren tidak berhenti di tingkat pusat. Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie bahkan telah menginstruksikan pelaksanaan hingga daerah.

“Bapak Ilham Habibie sudah menginstruksikan agar pendampingan insinyur untuk pesantren dijalankan sampai tingkat kabupaten,” ungkapnya.

Sementara itu, IAI Ikatan Arsitek Indonesia memastikan desain bangunan pesantren memenuhi aspek keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan sesuai standar teknis.

MASTREN menilai, kolaborasi tiga organisasi pesantren, arsitek, dan insinyur ini menjadi terobosan nasional untuk mengakhiri pembangunan pesantren yang asal bangun dan berisiko.

Ke depan, implementasi MoU MASTREN IAI PII akan langsung menyasar pesantren-pesantren daerah agar manfaat pendampingan arsitek dan insinyur untuk pesantren benar-benar dirasakan umat.

Penulis: Syah

Share This Article