JAKARTA, NOLESKABAR.COM-Atlet snowboard Jepang Hiroto Ogiwara tampil luar biasa dengan memimpin kualifikasi nomor big air Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano–Cortina yang digelar di Livigno, Italia, Kamis (5/2) malam, sekaligus mengukuhkan namanya sebagai sorotan utama cabang snowboard Olimpiade.
Dalam ajang big air Olimpiade Musim Dingin 2026 tersebut, Hiroto Ogiwara mengoleksi 178,5 poin dari dua lompatan terbaiknya, skor tertinggi di babak kualifikasi dan sinyal kuat bahwa atlet muda Jepang ini layak difavoritkan dalam perburuan medali emas snowboard big air.
Penampilan impresif Hiroto Ogiwara semakin menegaskan dominasi Jepang di cabang snowboard Olimpiade, yang selama ini dikenal kuat di nomor halfpipe, namun kini juga menunjukkan daya saing serius di nomor big air Olimpiade Musim Dingin.
Atlet snowboard berusia 20 tahun itu mengungkapkan bahwa kecintaannya pada big air snowboard tak lepas dari peran sang ayah yang juga seorang snowboarder, membuatnya sejak kecil lebih tertarik pada lompatan tinggi dan trik udara ekstrem.
Nama Hiroto Ogiwara mulai mencuri perhatian dunia sejak X Games 2025, saat ia mencetak sejarah dengan mendaratkan lompatan 2.340 derajat atau enam setengah rotasi, pencapaian langka yang mengukuhkannya sebagai talenta spesial di snowboard big air internasional.
Di posisi kedua kualifikasi big air Olimpiade 2026, atlet Italia Ian Matteoli mencatat 174,5 poin, membuka peluang bagi tuan rumah untuk bersaing di podium cabang snowboard Olimpiade Musim Dingin.
Sementara itu, snowboarder Jepang lainnya, Kira Kimura, menempati posisi ketiga dengan 173,25 poin, disusul juara bertahan Olimpiade dari China, Su Yiming, yang berada di peringkat keempat dengan 172,25 poin pada nomor big air snowboard.
Dari kontingen Amerika Serikat, hanya Oliver Martin yang berhasil lolos ke final big air Olimpiade Musim Dingin 2026, setelah finis di posisi kesembilan dan masuk 12 besar kualifikasi.
Nomor big air snowboard dikenal sebagai salah satu disiplin paling spektakuler di Olimpiade Musim Dingin, di mana atlet meluncur dari ramp raksasa—di Livigno mencapai lebih dari 40 meter—sebelum menampilkan kombinasi putaran, salto, dan trik udara.
Dalam sistem kualifikasi big air Olimpiade, setiap atlet melakukan tiga lompatan, dengan dua nilai terbaik dijumlahkan untuk menentukan peringkat menuju babak final snowboard Olimpiade Musim Dingin 2026.
Babak final big air Olimpiade Musim Dingin 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (7/2), sementara arena Livigno juga akan menggelar nomor snowboard lain seperti halfpipe dan slopestyle, serta cabang freestyle skiing.
Persaingan di final diprediksi semakin ketat karena para atlet akan meningkatkan tingkat kesulitan trik pada big air snowboard Olimpiade, sementara konsistensi pendaratan tetap menjadi faktor penentu perebutan medali.
Hiroto Ogiwara menegaskan ingin tetap fokus dan menikmati setiap momen di Olimpiade Musim Dingin Milano–Cortina 2026, sekaligus berharap penampilannya dapat menginspirasi generasi muda Jepang di cabang snowboard.
Pelatih tim Jepang menilai peluang medali di snowboard Olimpiade Musim Dingin 2026 terbuka lebar, asalkan para atlet mampu menjaga ritme, keberanian, dan stabilitas hingga lompatan terakhir di final big air.
