BANDUNG,NOLESKABAR.COM– LSM Pemuda dan Mahasiswa berencana menggelar aksi unjuk rasa di Lembur Pakuan, Subang, pada Kamis, 19 Februari mendatang. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap respons sejumlah instansi pemerintah provinsi yang dinilai kurang menanggapi kritik masyarakat.
Ketua Bidang Hukum LSM Pemuda, Andri, menyampaikan bahwa pihaknya telah beberapa kali mendatangi Kantor Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat untuk menyampaikan kritik, khususnya terkait kualitas dan umur layanan proyek jalan. Namun, menurutnya, berbagai upaya tersebut belum memperoleh tanggapan yang memadai.
“Ada sejumlah proyek yang baru selesai dikerjakan namun sudah mengalami kerusakan. Kami menilai hal ini perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kualitas pembangunan dan kepentingan masyarakat,” ujar Andri dalam keterangannya. Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa terdapat dua isu utama yang akan diangkat dalam aksi tersebut. Pertama, dugaan buruknya umur layanan jalan pada sejumlah proyek Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, yang dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis dan berpotensi mengarah pada kegagalan konstruksi.
Kedua, isu mengenai dugaan adanya pihak tertentu yang disebut berinisial DK, H.U, dan HD yang diduga memiliki pengaruh dalam pengaturan proyek di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, termasuk dugaan pencatutan nama pihak tertentu. Andri menilai, hingga kini belum ada klarifikasi resmi yang memadai dari pihak terkait.
Menurut Andri, pemilihan lokasi aksi di Lembur Pakuan dianggap strategis setelah berbagai aksi sebelumnya di kantor dinas maupun kantor gubernur belum membuahkan respons yang diharapkan.
Di sisi lain, ia mengakui bahwa kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, dinilai membuka ruang komunikasi yang lebih luas bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Berbagai konten dan program pengawasan pembangunan yang digaungkan pemerintah provinsi disebut sebagai langkah positif dalam menjaga kualitas pembangunan.
Meski demikian, LSM Pemuda dan Mahasiswa menilai pengawasan terhadap proyek infrastruktur, khususnya pembangunan jalan, perlu terus diperkuat. Mereka berharap kritik yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi demi terciptanya pembangunan yang transparan, berkualitas, dan sesuai harapan masyarakat.
Aksi unjuk rasa yang direncanakan tersebut diharapkan berlangsung secara damai serta menjadi sarana penyampaian aspirasi publik kepada pemangku kebijakan.
Penulis: Dhohir
