Puasa 2026 Tinggal Hitungan Hari! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Bisa Beda Tanggal? Ini Faktanya

3 Min Read
Puasa 2026 Tinggal Hitungan Hari! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Bisa Beda Tanggal? Ini Faktanya (Ilustrasi)

JAKARTA ,NOLESKABAR.COM- Pertanyaan “kapan mulai puasa 2026?” kini tak lagi sekadar rasa penasaran. Hitung mundur menuju Ramadan 1447 Hijriah sudah di depan mata. Umat Islam bersiap, masjid mulai berbenah, dan percakapan soal awal puasa kembali menghangat bukan hanya soal ibadah, tapi juga soal metode penentuan tanggal.

Lantas, kapan sebenarnya 1 Ramadan 1447 H dimulai?Versi Pemerintah: Tunggu Sidang IsbatSecara kalender hijriah nasional, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. Jika dihitung dari Senin, 16 Februari 2026, maka puasa tinggal empat hari lagi.

Namun, pemerintah melalui Kementerian Agama belum mengunci tanggal tersebut. Penetapan resmi tetap menunggu sidang isbat pada 17 Februari 2026.

Mekanismenya jelas: kombinasi antara hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal langsung di berbagai titik Indonesia).Artinya, angka di kalender masih bisa berubah jika hilal tidak memenuhi kriteria visibilitas.Sikap NU: Rukyat Jadi Kunci Nahdlatul Ulama (NU) konsisten menggunakan metode rukyat.

Penentuan awal bulan hijriah dilakukan dengan melihat hilal pada tanggal 29 bulan berjalan. Jika hilal tidak terlihat, maka bulan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).Sekretaris LFNU Jakarta, Ikhwanudin, menegaskan:> “Dasar penetapan awal bulan hijriah adalah terlihatnya hilal setelah matahari terbenam pada tanggal 29 Hijriah.

Jika hilal tidak terukyat, maka dilakukan istikmal, bukan berdasarkan rukyatul kusuf. Gerhana hanya merupakan indikator.”Karena itu, secara praktik, keputusan NU biasanya selaras dengan hasil sidang isbat pemerintah.

Muhammadiyah Lebih Dulu Tetapkan: 18 Februari 2026Berbeda dengan pemerintah dan NU yang menunggu rukyat, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah mengumumkan lebih awal.

Berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.Jika dihitung dari 16 Februari 2026, maka puasa versi Muhammadiyah tinggal tiga hari lagi.Dalam maklumat resminya disebutkan:

“Menurut hisab hakiki wujudul hilal, posisi bulan sudah memenuhi syarat sehingga 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.”

Metode ini murni berbasis kalkulasi astronomi tanpa menunggu hasil pengamatan visual.Berpotensi Beda atau Serentak?Dengan perbedaan pendekatan rukyat dan hisab murni kemungkinan perbedaan awal puasa selalu ada. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, hasilnya kerap beriringan.

Apakah 2026 akan kembali serentak atau berbeda sehari? Jawabannya baru pasti setelah sidang isbat digelar.Yang jelas, Ramadan sudah di depan mata.

Bukan lagi soal tanggal, melainkan kesiapan hati. Karena ketika hilal benar-benar muncul, yang ditanya bukan “berapa hari lagi?”, tapi “sudah siapkah kita?”

Penulis:NL

Share This Article