NOLESKABAR.COM – Banyak Muslim menjalani puasa Ramadan seolah cuma lomba menahan lapar dan haus. Padahal, satu hal sederhana tapi krusial sering diabaikan: niat. Tanpa niat yang tepat, semua “pengorbanan” seharian bisa sia-sia di mata syariat.
Menariknya, fenomena ini terjadi hampir tiap tahun, tapi jarang disorot media.Menurut Syekh Khatib as-Syarbini, niat bukan sekadar ucapan di bibir. Tempatnya ada di hati. Niat yang terlambat, atau hanya diucapkan tanpa kesadaran penuh, sama saja menipu diri sendiri dan Allah.
Untuk puasa wajib seperti Ramadan, niat harus ditegaskan malam hari sebelum Subuh. Tidak ada toleransi di sini: telat niat, puasanya tidak sah.Ironisnya, banyak orang fokus pada sahur, jam buka, atau trik agar tidak lapar, tapi lupa satu hal paling fundamental.
Padahal, Nabi ﷺ menegaskan: “Segala amal tergantung pada niatnya.” Tidak ada niat, semua ritual fisik hanyalah rutinitas kosong. Ini bukan sekadar teori, tapi pesan tegas bagi umat yang mengaku beriman.Bacaan niat harian untuk puasa Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Pesannya jelas: jika hanya menahan lapar tapi lupa niat, puasamu tidak lebih dari sekadar kebiasaan. Puasa sah hanya bagi mereka yang niatnya benar, tepat waktu, dan datang dari hati, bukan dari bibir semata. Jangan sampai ritual mulia ini justru menjadi formalitas kosong.
