JAKARTA,NOLESBERITA.COM- Presiden Prabowo Subianto mengucurkan dana Rp 72,75 miliar untuk pembelian sapi yang akan dibagikan ke 19 kabupaten/kota di Aceh. Bantuan ini ditujukan bagi wilayah yang terdampak banjir, longsor besar akhir November lalu, serta gempa di Kabupaten Simeulue.
Pengumuman itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Menurut Tito, 18 daerah penerima merupakan wilayah yang dihantam banjir dan longsor, sementara satu daerah tambahan Simeulue mendapat jatah karena terdampak gempa. Pemerintah pusat, kata dia, telah menerbitkan surat edaran agar proses pembelian dan distribusi sapi dilakukan segera.“Sudah dibeli dan dibagikan hari ini, satu hari sebelum bulan puasa,” tegas Tito.
Targetnya tidak main-main: 3.042 desa di Aceh harus menerima bagian daging. Artinya, distribusi dilakukan secara masif dan serentak, dengan harapan seluruh warga terdampak merasakan manfaatnya.Langkah ini memantik perhatian publik.
Di tengah kebutuhan rekonstruksi rumah, perbaikan infrastruktur, serta pemulihan ekonomi pascabencana, pemerintah memilih intervensi langsung berupa pembagian daging sapi menjelang Ramadhan. Strateginya jelas: bantuan cepat, terasa, dan menyentuh kebutuhan konsumsi masyarakat menjelang ibadah puasa.Namun, di ruang publik, muncul pertanyaan.
Apakah bantuan berbentuk sapi menjadi solusi paling mendesak? Sebagian warga menilai kebutuhan jangka panjang seperti sembako rutin, perbaikan hunian, modal usaha, hingga fasilitas kesehatan juga tak kalah penting.
Di sisi lain, pemerintah tampaknya ingin memastikan momentum sosial-keagamaan tidak terlewat. Distribusi dilakukan tepat sebelum Ramadhan, saat daya beli masyarakat terdampak bencana masih belum pulih sepenuhnya.
Secara politik, langkah ini menunjukkan gaya kepemimpinan Prabowo yang responsif dan langsung turun tangan dalam isu-isu sosial. Ia tidak hanya berbicara soal pemulihan makro, tetapi juga intervensi konkret yang bisa dirasakan masyarakat dalam waktu singkat.
Aceh sendiri menjadi salah satu wilayah dengan dampak bencana paling luas di Sumatera dalam beberapa bulan terakhir. Ribuan rumah rusak, fasilitas publik lumpuh, dan sebagian warga masih dalam proses pemulihan.Kini, sapi-sapi yang dibeli dari anggaran Rp 72,75 miliar itu mulai disalurkan.
Pemerintah menargetkan pembagian merata tanpa kecuali.Pertanyaannya tinggal satu: apakah bantuan ini akan menjadi langkah awal pemulihan yang berkelanjutan, atau sekadar suntikan sesaat menjelang Ramadhan?
Waktu yang akan menjawab.
Penulis:NL
