Rahasia di Balik Bau Mulut Saat Ramadan yang Jarang Disadari

2 Min Read
Rahasia di Balik Bau Mulut Saat Ramadan yang Jarang Disadari (Ilustrasi)

Jakarta–NOLESKABAR.COM – Bau mulut sering menjadi keluhan saat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Banyak orang mengira penyebabnya adalah makanan yang dikonsumsi saat sahur, seperti petai atau bawang putih.

Namun, penyebab utamanya ternyata bukan semata-mata makanan.Menurut Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), bau mulut saat puasa lebih sering terjadi karena kondisi mulut yang kering.

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama berjam-jam sehingga produksi air liur berkurang.

Salah satu pengurus PDGI, drg Paulus Januar, menjelaskan bahwa sebagian besar kasus bau mulut bersifat patologis.

Artinya, bau muncul akibat aktivitas bakteri di dalam mulut yang menghasilkan gas berbau tidak sedap.Bakteri tersebut biasanya berada di pangkal lidah, gigi berlubang, karang gigi, serta gusi yang mengalami peradangan.

Ketika air liur berkurang, bakteri lebih mudah berkembang dan memicu bau mulut.Selain itu, konsumsi makanan beraroma tajam seperti petai, jengkol, dan bawang putih juga dapat menyebabkan bau mulut.

Kebiasaan merokok turut memperparah kondisi tersebut.Ada pula kondisi yang disebut pseudohalitosis, yaitu ketika seseorang merasa mulutnya berbau padahal secara medis tidak ditemukan bau yang signifikan.

Faktor psikologis seperti cemas dan stres dapat memengaruhi hal ini.Untuk mencegah bau mulut saat puasa, disarankan memperbanyak minum air putih saat sahur agar produksi air liur tetap terjaga.

Menjaga kebersihan gigi dan lidah juga penting dilakukan.Jika bau mulut tetap terjadi meski sudah menjaga kebersihan, sebaiknya berkonsultasi ke dokter gigi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis : K_A

Share This Article