Prabowo Saksikan Deal Rp 648 Triliun, Indonesia Gandeng AS di Sektor Strategis

2 Min Read
Prabowo Saksikan Deal Rp 648 Triliun, Indonesia Gandeng AS di Sektor Strategis (Ilustrasi)

Jakarta – NOLESKABAR.COM – Pemerintah dan kalangan pengusaha Indonesia resmi mengunci 11 kesepakatan bisnis bernilai jumbo dengan mitra Amerika Serikat.

Nilainya tidak tanggung-tanggung, mencapai US$ 38,4 miliar atau setara sekitar Rp 648,9 triliun.

Kesepakatan tersebut diteken dalam forum Indonesia–US Business Summit di Kantor US Chamber of Commerce, Washington DC, dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Forum bisnis ini mempertemukan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dengan mitra strategisnya di AS.

Pertemuan berlangsung tertutup dalam format exclusive business roundtable, membahas percepatan investasi, perdagangan, serta implementasi perjanjian dagang resiprokal kedua negara.

Sektor Strategis Jadi RebutanDari total 11 kesepakatan, sektor yang disasar tergolong strategis dan sensitif, mineral kritis, migas, semikonduktor, tekstil, kapas, jagung, hingga furnitur dan produk kayu.

Beberapa poin penting yang mencuri perhatian, Kerja sama pengembangan mineral kritis antara pemerintah Indonesia dan raksasa tambang Freeport-McMoRan.

Pengembangan ladang minyak antara Pertamina dan Halliburton.Kolaborasi perdagangan jagung dan kapas yang melibatkan Cargill Inc serta asosiasi kapas Amerika.

Dua nota kesepahaman pengembangan semikonduktor oleh Galang Bumi Industri dengan mitra teknologi AS.

Kerja sama furnitur antara HIMKI dan American Hardwood Export Council.Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia ingin memperdalam hubungan dagang dengan AS di tengah dinamika geopolitik dan persaingan global di sektor teknologi dan energi.

Antara Peluang dan TantanganMeski angka investasi terlihat fantastis, publik kini menanti realisasi konkret di lapangan. Apakah kerja sama ini benar-benar mendorong hilirisasi dan transfer teknologi, atau hanya memperkuat dominasi korporasi global di sektor sumber daya Indonesia.

Pemerintah menegaskan fokus utama adalah memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, sekaligus membuka lapangan kerja dan mempercepat industrialisasi berbasis nilai tambah.

Dengan nilai hampir Rp 650 triliun, kesepakatan ini menjadi salah satu paket kerja sama bilateral terbesar di awal pemerintahan Prabowo.

Penulis : K_A

Share This Article