NOLESBERITA,COM- Ramadhan belum genap berjalan lama, tetapi denyut Lebaran 2026 sudah mulai terasa. Di balik suasana ibadah dan persiapan hari raya, satu angka mencuri perhatian: sekitar 144 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik tahun ini. Sebuah gelombang manusia dalam skala raksasa yang kembali akan menguji kesiapan negeri.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan hasil survei nasional yang memproyeksikan 143,7 juta warga akan bergerak pulang ke kampung halaman pada Idul Fitri 1447 Hijriah. Namun pengalaman tahun lalu menjadi pengingat keras. Prediksi tak selalu sama dengan kenyataan. Realisasi bisa melonjak jauh di atas angka survei. Artinya, potensi ledakan pergerakan masih sangat terbuka.
Pemerintah pun tak ingin bersikap reaktif. Posko angkutan Lebaran dijadwalkan beroperasi mulai (13/2) hingga (23/3/2026). Semua moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api dikoordinasikan dalam satu komando pengawasan. Rekayasa lalu lintas disiapkan di ruas-ruas tol yang rawan padat, dari sistem satu arah hingga contraflow dan ganjil genap. Pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas juga diberlakukan, kecuali untuk kebutuhan pokok dan energi.
Di saat yang sama, faktor eksternal ikut memengaruhi dinamika mudik tahun ini. Perayaan Nyepi di Bali pada (19/3)membuat penyeberangan menuju Pulau Dewata harus dihentikan sementara. Sistem penundaan dan zona penyangga dirancang agar arus kendaraan tidak menumpuk tanpa kendali. Masyarakat diimbau cermat menentukan jadwal perjalanan.
Strategi lain juga diterapkan. Skema Work From Anywhere diberlakukan beberapa hari menjelang dan setelah Lebaran, agar pergerakan tidak menumpuk dalam satu titik waktu. Tujuannya sederhana: memecah konsentrasi arus dan meminimalkan risiko kemacetan ekstrem maupun kecelakaan.
Di daerah, kesiapan diperkuat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan sinergi antara pemerintah provinsi, TNI, dan Polri untuk memastikan arus mudik berjalan aman dan lancar. Detail teknis disiapkan, dari jalur tol hingga pelabuhan.
Mudik selalu lebih dari sekadar perjalanan. Ia adalah kerinduan yang bergerak serentak, tradisi yang melibatkan jutaan cerita, sekaligus ujian besar bagi sistem transportasi nasional.
Tahun 2026 tampaknya akan kembali menjadi panggung pembuktian: apakah kesiapan mampu mengimbangi besarnya arus pulang kampung, atau justru kita kembali dikejutkan oleh lonjakan di luar perkiraan.
Penulis:NL
