NOLESKABAR.COM- Badai itu belum juga reda. Laporan dugaan perzinaan yang diajukan Wardatina Mawa terhadap suaminya, Insanul Fahmi, serta menyeret nama Inara Rusli kini resmi masuk tahap penyidikan di Polda Metro Jaya. Artinya, perkara ini tak lagi sekadar riuh gosip ia sudah menjadi urusan hukum.
Di tengah pusaran itu, kuasa hukum Inara, Lechumanan, memilih bersuara lantang. Ia menyebut kliennya bukan pelaku utama, melainkan pihak yang terseret konflik rumah tangga orang lain. Menurutnya, sejak awal Inara tidak mengetahui bahwa Insanul Fahmi masih berstatus suami sah Wardatina Mawa ketika hubungan mereka terjadi hingga muncul isu pernikahan siri.
“Kalau masih sah suami-istri, kenapa tidak diselesaikan secara dewasa?”
kira-kira begitu pesan yang ingin ditegaskan. Bagi Lechumanan, jalan damai adalah opsi paling rasional. Ia menilai, membuka aib ke ruang publik hanya memperkeruh keadaan dan memperlebar luka yang semestinya bisa dibicarakan empat mata.
Narasi korban pun diangkat. Inara disebut sedang vakum dari hiruk-pikuk, namun justru kembali terseret ke pusaran konflik. Sebuah ironi ketika urusan domestik berubah menjadi konsumsi nasional. Publik menonton, media mengulang, dan opini liar beranak-pinak.
Di sisi lain, fakta hukumnya jelas: laporan sudah naik ke penyidikan. Proses berjalan. Aparat akan mengurai apakah unsur pidana benar-benar terpenuhi atau sekadar emosi yang meledak menjadi perkara hukum.
Pertanyaannya sederhana namun tajam: apakah ini murni pelanggaran hukum, atau perang batin pasangan yang tak menemukan ruang dialog? Jika status pernikahan masih sah, maka ruang rekonsiliasi sebenarnya masih terbuka. Tetapi ketika ego lebih dulu berdiri, meja hijau menjadi panggung terakhir.
Kasus ini bukan cuma soal benar atau salah. Ia tentang pilihan memperpanjang konflik di ruang sidang, atau menutupnya dengan kesepakatan. Dan untuk saat ini, semua mata tertuju pada tiga nama yang nasibnya kini ditentukan bukan hanya oleh perasaan, tetapi oleh proses hukum yang tak bisa lagi ditarik mundur begitu saja.
Penulis:NL
