Heboh! Isu BBM Tinggal 20 Hari Picu Panic Buying, SPBU di Banyak Kota Diserbu Warga

2 Min Read
Heboh! Isu BBM Tinggal 20 Hari Picu Panic Buying, SPBU di Banyak Kota Diserbu Warga (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM- Kabar konflik di Timur Tengah ternyata berdampak hingga ke Indonesia. Isu memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel memicu kepanikan masyarakat yang berujung pada aksi borong bahan bakar minyak (BBM) di berbagai daerah.

Fenomena panic buying mulai terlihat di sejumlah kota seperti Jember, Medan, dan beberapa wilayah di Aceh. Warga berbondong-bondong mendatangi SPBU sejak pagi hari karena khawatir pasokan BBM akan menipis.

Kepanikan ini dipicu oleh kabar kemungkinan terganggunya jalur distribusi minyak dunia jika Selat Hormuz benar-benar ditutup akibat konflik tersebut. Selat ini dikenal sebagai jalur vital pengiriman minyak global, sehingga setiap ancaman terhadapnya langsung memicu kekhawatiran pasar energi.

Situasi semakin memanas setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyebut stok BBM nasional diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 20 hari. Pernyataan ini langsung memicu kekhawatiran publik dan mempercepat aksi pembelian besar-besaran.

Di Jember, antrean kendaraan bahkan mulai terlihat sejak pukul 05.30 WIB. Barisan motor dan mobil memanjang hingga keluar area SPBU dan sempat membuat lalu lintas tersendat.

Seorang pengemudi ojek online bernama Sisil mengaku terpaksa ikut antre karena takut tidak mendapatkan BBM untuk bekerja. Ia mengaku sebenarnya tidak yakin kabar kelangkaan itu benar, namun tetap memilih berjaga-jaga karena bahan bakar di motornya hampir habis.

Meski situasi di lapangan sempat memanas, pemerintah daerah berusaha meredam kepanikan. Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan stok BBM di wilayahnya masih aman dan masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan.

Ia juga memastikan pemerintah daerah bersama Pertamina akan segera menambah pasokan jika permintaan meningkat, sehingga tidak ada alasan bagi warga untuk menimbun bahan bakar.

Meski begitu, antrean panjang masih terlihat di beberapa SPBU, termasuk di Medan. Di salah satu SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan, kendaraan bahkan memenuhi sebagian badan jalan sehingga arus lalu lintas sempat terganggu.

Peristiwa ini menunjukkan betapa cepatnya isu global dapat memicu kepanikan lokal, terutama ketika menyangkut kebutuhan vital seperti energi. Tanpa informasi yang jelas, kekhawatiran masyarakat dengan mudah berubah menjadi aksi borong yang justru memperkeruh keadaan.

Penulis:NL

Share This Article