Tradisi Selekoran di Madura, Saat Nasi dan Lauk Berpindah ke Rumah Tetangga

2 Min Read
Tradisi Selekoran di Madura, Saat Nasi dan Lauk Berpindah ke Rumah Tetangga (Ilustrasi)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Bulan Ramadan di Madura tidak hanya diisi dengan ibadah puasa dan kegiatan keagamaan. Di tengah masyarakat, terdapat tradisi turun-temurun yang masih dijaga hingga kini, yakni Selekoran, sebuah budaya berbagi makanan antarwarga yang dilakukan menjelang malam ke-21 Ramadan.

Tradisi Selekoran biasanya dimulai pada tanggal 20 Ramadan yang berlanjut hingga malam 21 Ramadan. Sejak siang hari, warga mulai menyiapkan berbagai hidangan di rumah masing-masing. Makanan yang disiapkan umumnya berupa nasi lengkap dengan lauk seperti ikan, ayam, maupun sayur daun.

Menjelang sore hari, warga kemudian mulai mengantarkan makanan tersebut ke rumah tetangga. Aktivitas ini dilakukan secara bergantian dari rumah ke rumah, sehingga hampir setiap keluarga di lingkungan kampung saling berbagi hidangan.

Suasana kampung biasanya terlihat lebih hidup pada hari tersebut. Anak-anak hingga orang dewasa turut terlibat membawa wadah berisi makanan untuk disampaikan kepada tetangga sekitar. Tradisi ini menjadi momen yang mempererat hubungan sosial antarwarga.

Selain saling mengantar makanan, sebagian warga juga mengundang tetangga atau kerabat untuk berbuka puasa bersama. Kebersamaan ini membuat suasana Ramadan terasa lebih hangat, karena warga berkumpul dan menikmati hidangan bersama saat waktu maghrib tiba.

Bagi masyarakat Madura, Selekoran bukan sekadar tradisi membagikan makanan. Kegiatan ini juga dimaknai sebagai bentuk sedekah atau shadaqoh yang dilakukan di bulan Ramadan. Setiap keluarga menyiapkan makanan sesuai kemampuan tanpa adanya ketentuan khusus mengenai jenis atau jumlah hidangan yang harus diberikan.

Hal menarik dari tradisi ini adalah adanya saling tukar makanan antarwarga. Rumah yang mengantarkan makanan biasanya juga akan menerima kiriman hidangan dari rumah lain. Akibatnya, hampir setiap rumah pada hari itu memiliki beragam jenis makanan hasil berbagi dengan tetangga.

Tradisi Selekoran telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Madura sejak lama. Nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi yang terkandung di dalamnya membuat tradisi ini tetap dipertahankan hingga sekarang.

Di berbagai daerah di Madura, termasuk di Kabupaten Bangkalan, tradisi Selekoran masih dijalankan setiap Ramadan. Bagi masyarakat setempat, kegiatan ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga cara untuk menjaga silaturahmi sekaligus memperkuat semangat sedekah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Penulis: Syah

Share This Article