Warning! 6 Kecamatan di Bangkalan Bakal Alami Kekeringan Lebih Awal

3 Min Read
Warning! 6 Kecamatan di Bangkalan Bakal Alami Kekeringan Lebih Awal (Ilustrasi)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal di Jawa Timur, dan Kabupaten Bangkalan termasuk salah satu wilayah yang lebih dulu merasakan dampaknya.

Berdasarkan hasil prediksi oleh BMKG melalui Stasiun Klimatologi Jawa Timur, terdapat enam kecamatan di Bangkalan yang diperkirakan lebih dulu memasuki musim kemarau.

Enam kecamatan itu adalah Tanjung Bumi, Arosbaya, Geger, Klampis, Kokop, dan Sepulu. Curah hujan di wilayah ini diprediksi bawah normal, sehingga potensi kekeringan cukup tinggi.

Sebagian besar wilayah di Jawa Timur diperkirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap antara April hingga Juni 2026. Bangkalan termasuk yang lebih awal memasuki fase kering.

BMKG menggunakan sistem dasarian untuk memetakan awal kemarau, yaitu pembagian bulan menjadi tiga periode: Dasarian I (1–10), Dasarian II (11–20), dan Dasarian III (21–akhir bulan). Bangkalan diprediksi mulai merasakan kemarau pada Dasarian I April.

Curah hujan rendah berpotensi mengganggu sektor pertanian, terutama sawah dan tanaman hortikultura yang bergantung pada irigasi. Kekeringan juga dapat memengaruhi ketersediaan air bersih bagi rumah tangga.

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026, di mana sebagian besar wilayah Jawa Timur, termasuk Bangkalan, akan mengalami kondisi kering terparah.

Masyarakat di kecamatan Tanjung Bumi, Arosbaya, Geger, Klampis, Kokop, dan Sepulu tentu harus meningkatkan kewaspadaan. Cadangan air dan pengelolaan irigasi menjadi langkah penting untuk menghadapi puncak kemarau nanti.

Bagi petani Bangkalan, disarankan menyesuaikan pola tanam. Padi yang membutuhkan banyak air harus ditempatkan di lahan irigasi, sedangkan tanaman hortikultura dapat diatur penyiramannya agar tetap produktif. Embung, sumur, dan pompa air harus dipersiapkan sejak awal kemarau.

Kekeringan juga meningkatkan risiko kebakaran lahan. Warga Bangkalan, khususnya di kecamatan terdampak, diminta waspada dan menghindari aktivitas yang memicu api.

Pemantauan rutin informasi cuaca menjadi penting. Update harian dan mingguan dapat membantu masyarakat dan pemerintah daerah mengambil langkah cepat bila kekeringan lebih panjang dari prediksi.

Wilayah yang lebih awal mengalami kemarau, seperti Bangkalan, khususnya Tanjung Bumi, Arosbaya, Geger, Klampis, Kokop, dan Sepulu, harus menjadi fokus persiapan. Penyediaan air bersih, cadangan pangan, dan mitigasi kebakaran menjadi prioritas utama.

Masyarakat diminta memahami jadwal musim kemarau dan puncaknya. Pemanfaatan informasi BMKG membantu menentukan waktu menanam, menyimpan air, dan menyiapkan cadangan pangan sehingga dampak kekeringan bisa diminimalkan.

Penulis: Adi

Share This Article