JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Pemerintah Iran membantah laporan yang menyebut mereka telah meluncurkan rudal balistik jarak menengah hingga sejauh 4.000 kilometer ke pangkalan militer Diego Garcia di Samudra Hindia.
Bantahan itu disampaikan seorang pejabat senior Iran kepada Al Jazeera, menyusul pemberitaan yang menyebut dua rudal Iran sempat mengarah ke pangkalan militer gabungan milik Amerika Serikat dan Inggris tersebut.
Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa dua rudal balistik Iran diluncurkan menuju Diego Garcia. Dalam laporan itu, disebutkan satu rudal gagal saat masih di udara, sementara rudal lainnya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan militer AS.
Diego Garcia sendiri merupakan pangkalan strategis di wilayah Samudra Hindia yang digunakan AS dengan izin Inggris, terutama dalam operasi militer di kawasan Timur Tengah.
Jika benar peluncuran tersebut dilakukan Iran, maka jarak tempuh hingga 4.000 kilometer akan menjadi capaian baru dalam kemampuan rudal negara tersebut. Sebab sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa rudal negaranya memiliki jangkauan maksimal sekitar 2.000 kilometer.
Spekulasi mengenai rudal jarak jauh ini memicu kekhawatiran global. Pasalnya, dengan jangkauan yang lebih luas, potensi ancaman tidak hanya terbatas di Timur Tengah, tetapi juga bisa menjangkau sebagian wilayah Eropa, termasuk negara-negara anggota NATO.
Meski demikian, hingga kini belum ada bukti independen yang mengonfirmasi peluncuran rudal tersebut. Situasi ini memperlihatkan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan, di tengah konflik yang terus berkembang antara Iran dan sekutu Barat.
Perkembangan selanjutnya masih terus dipantau, terutama terkait validitas laporan serta potensi dampaknya terhadap stabilitas keamanan global.
Editor: Sukri
