Yehuda Sherman Tewas, Desa Palestina Jadi Sasaran Balas Dendam

2 Min Read
Yehuda Sherman Tewas, Desa Palestina Jadi Sasaran Balas Dendam (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Kekerasan pemukim Israel meningkat tajam di desa-desa Palestina yang diduduki di Tepi Barat. Serangan meliputi pembakaran rumah, kendaraan, dan lahan pertanian.

Dikutip dari BBC, Senin (23/3), Insiden ini dipicu kematian seorang pemukim remaja, Yehuda Sherman, 18 tahun, yang tewas setelah dilaporkan ditabrak kendaraan warga Palestina. Polisi Israel masih menyelidiki apakah tabrakan itu disengaja atau tidak.

Setelah kejadian tersebut, grup WhatsApp yang digunakan pemukim menyerukan “kampanye balas dendam seperti dilansir dari AFP, Senin (23/3)”. Lebih dari 20 serangan dilaporkan terjadi dalam semalam di beberapa desa.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menegaskan bahwa pasukan dan unit polisi perbatasan dikerahkan ke desa-desa Palestina setelah menerima laporan tindakan pembakaran oleh warga Israel.

Desa yang terdampak termasuk Jalud, Qaryut, al-Funduqmiya, dan Silat al-Dhah. Rekaman yang dibagikan online menunjukkan puluhan orang berpakaian hitam, beberapa bertopeng, bergerak menuju Jalud.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan setidaknya tiga warga Palestina mengalami luka di kepala dan dibawa ke rumah sakit. Beberapa warga lain juga mengalami cedera ringan.

Rekaman lain menunjukkan kendaraan terbakar, bangunan dengan jendela pecah, dan sirene meraung saat ambulans tiba. Sebuah bangunan terlihat bertuliskan “Balas Dendam Yehuda”.

Media Israel melaporkan pesan grup WhatsApp pemukim berisi ancaman balas dendam, termasuk seruan untuk mengusir warga Palestina. (Media Israel)

Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam serangan tersebut, menyebutnya sebagai “pembakaran rumah dan harta benda, teror terhadap warga sipil, serta penargetan jalan-jalan penting selama Idul Fitri”.

Polisi Israel menangkap lima individu di dekat desa Deir al-Hatab, sementara satu petugas dilaporkan terluka saat menghadapi serangan pemukim di Itamar. Polisi menegaskan tindakan “nol toleransi” terhadap kekerasan ekstremis.

Sejak awal 2026 hingga kini, menurut PBB, tujuh warga Palestina tewas akibat serangan pemukim dan 18 akibat operasi militer Israel. Sebanyak 15 kematian terjadi sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari 2026. (PBB)

Uni Eropa dan Inggris menuntut Israel menghentikan kekerasan pemukim. Peningkatan serangan ini terjadi di tengah konflik regional yang lebih luas di Timur Tengah.

Editor: Arini

Share This Article