Pemerintah Kaji Subsidi Industri Plastik untuk Stabilkan Harga dan Pasokan

2 Min Read
Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan rencana kajian subsidi industri plastik saat kuliah umum di Universitas Airlangga, Surabaya.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Pemerintah tengah mempertimbangkan pemberian subsidi bagi industri plastik sebagai langkah menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat pasokan bahan baku di tengah ketidakpastian global.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan bahwa harga plastik saat ini sangat dipengaruhi oleh bahan baku nafta, yang fluktuasinya berdampak langsung pada biaya produksi.

“Untuk ini (harga plastik) insya Allah kita berupaya mencarikan solusi, karena pada prinsipnya harga plastik sangat tergantung bahan nafta yang mempengaruhi biaya produksi,” ujarnya saat kuliah umum di Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, opsi subsidi masih dalam tahap pembahasan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai bagian dari strategi menekan harga di pasar sekaligus menjaga keberlanjutan industri plastik nasional.

Selain langkah jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan mencari sumber alternatif bahan baku nafta yang lebih stabil dan tidak terpengaruh dinamika geopolitik global. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan industri dalam negeri terhadap gejolak harga internasional.

Di sisi lain, Dyah Roro menekankan pentingnya penguatan kewirausahaan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha. Ia menyebut sektor UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, yakni sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Melalui program “Campus Preneur” yang digagas Kementerian Perdagangan, pemerintah berupaya meningkatkan literasi kewirausahaan sekaligus membuka akses pasar, baik di dalam negeri maupun internasional.

“Kalau untuk pasar luar negeri, kita punya fasilitas melalui Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center untuk membantu memasarkan produk,” katanya.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan dunia pendidikan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Share This Article