SURABAYA,NOLESKABAR.COM– Ketua DPW PPP Jawa Timur, H. Arif Winarko, mengecam keras kasus pemerkosaan terhadap seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Kabupaten Sampang, Madura, yang diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh 27 pria.
Kasus memilukan yang terungkap setelah orang tua korban menaruh kecurigaan terhadap kondisi anaknya itu dinilai sebagai kejahatan luar biasa yang mencoreng nama daerah sekaligus menjadi perhatian nasional.
Arif menegaskan, PPP Jawa Timur mendorong aparat penegak hukum Wilayah Jawa Timur dan jajarannya bekerja secara profesional, tegas, dan transparan dalam mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Menurutnya, seluruh pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa ada kompromi.
“Ini bukan hanya kejahatan terhadap seorang anak, tetapi juga menjadi aib yang mencoreng kemanusiaan serta nama bangsa. Karena itu, proses hukum harus dikawal hingga tuntas dan para pelaku harus mendapat hukuman yang setimpal agar menimbulkan efek jera,” tegasnya. Senin, 13 Juli 2026.
Sebagai bentuk komitmen politik, Arif meminta seluruh jajaran PPP, mulai DPC PPP Sampang hingga Fraksi PPP di DPRD, ikut mengawal jalannya proses hukum agar berlangsung objektif, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi korban.
“Semua kader dan Fraksi PPP harus mengawal kasus ini sampai selesai. Jangan sampai ada celah yang melemahkan proses penegakan hukum. Negara harus hadir melindungi korban dan memastikan keadilan benar-benar ditegakkan,” ujarnya.
Selain penindakan hukum, PPP Jawa Timur juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, serta keluarga untuk memperkuat pembinaan moral dan keagamaan kepada generasi muda sebagai langkah pencegahan.
Menurut Arif, edukasi mengenai nilai-nilai agama, norma sosial, serta dampak hukum dari tindak kekerasan seksual harus dilakukan secara berkelanjutan agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
“Kami berharap tokoh agama dan tokoh masyarakat lebih aktif memberikan pembinaan dan sosialisasi. Pencegahan harus dimulai sejak dini, sehingga anak-anak dan remaja memiliki benteng moral yang kuat,” katanya.
PPP Jawa Timur menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut sebagai bentuk keberpihakan terhadap korban sekaligus mendorong lahirnya langkah-langkah nyata dalam perlindungan perempuan dan anak di Jawa Timur.
Penulis: Syah
Editor: Rofi
