{"id":4545,"date":"2026-01-26T17:45:23","date_gmt":"2026-01-26T10:45:23","guid":{"rendered":"https:\/\/noleskabar.com\/?p=4545"},"modified":"2026-01-26T17:45:25","modified_gmt":"2026-01-26T10:45:25","slug":"kapolri-tegas-polri-harus-tetap-di-bawah-presiden-ini-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/noleskabar.com\/kapolri-tegas-polri-harus-tetap-di-bawah-presiden-ini-alasannya\/","title":{"rendered":"Kapolri Tegas: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Ini Alasannya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">JAKARTA, NOLESKABAR.COM &#8211; Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) paling ideal berada langsung di bawah Presiden RI. Menurutnya, luas wilayah Indonesia dan kompleksitas tantangan keamanan menuntut Polri memiliki jalur komando yang cepat, fleksibel, dan efektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernyataan itu disampaikan Sigit saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (26\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIndonesia itu bentangannya luar biasa luas, hampir setara jarak London sampai Moskow. Dengan kondisi geografis seperti ini, sangat ideal Polri berada langsung di bawah Presiden,\u201d ujar Sigit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sigit menilai, posisi Polri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden akan membuat pelaksanaan tugas keamanan dan pelayanan publik menjadi lebih optimal. Ia menyebut, struktur Polri telah mengalami berbagai perubahan sejak awal kemerdekaan, dan setiap fase membawa tantangan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDengan struktur sekarang, Polri bisa bergerak lebih fleksibel dalam menjaga keamanan nasional,\u201d kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kapolri juga mengulas perjalanan sejarah institusi kepolisian. Pada masa awal kemerdekaan, Polri pernah berada di bawah Kementerian Dalam Negeri, kemudian di bawah Perdana Menteri pada era parlementer. Di masa Orde Baru, Polri tergabung dalam ABRI, sebelum akhirnya berpisah dari TNI pasca-Reformasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPasca-Reformasi, Polri punya kesempatan ulang untuk mempersiapkan diri menuju roadmap civilian police,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sigit menekankan perbedaan mendasar antara Polri dan TNI. Menurutnya, Polri dibangun dengan doktrin pelayanan kepada masyarakat, bukan doktrin tempur.<br>\u201cPolri itu to serve and protect, tata tentrem kerta raharja. Bukan to kill and destroy. Ini yang membedakan Polri dengan TNI,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wacana Reposisi Kembali Mencuat<br>Meski demikian, wacana penempatan Polri di bawah kementerian kembali mengemuka dalam diskusi Komisi Percepatan Reformasi Polri. Anggota komisi tersebut, Yusril Ihza Mahendra, menyebut ada gagasan agar Polri berada di bawah kementerian, seperti TNI yang berada di bawah Kementerian Pertahanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAda pikiran-pikiran yang ingin kepolisian itu di bawah kementerian,\u201d ujar Yusril, Rabu (21\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, bagi Kapolri, posisi langsung di bawah Presiden dinilai paling sesuai dengan karakter, tugas, dan tanggung jawab Polri sebagai penjaga keamanan dan pelayan masyarakat di negara kepulauan sebesar Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, NOLESKABAR.COM &#8211; Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) paling ideal berada langsung di bawah Presiden RI. Menurutnya, luas wilayah Indonesia dan kompleksitas tantangan keamanan menuntut Polri memiliki jalur komando yang cepat, fleksibel, dan efektif. Pernyataan itu disampaikan Sigit saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":103,"featured_media":4546,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,18,171,585,19],"tags":[3565,3571,3562,1142,3563],"class_list":["post-4545","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-headline","category-nasional","category-pemerintahan","category-pendidikan","category-politik","tag-civilian-police","tag-jakarta","tag-kapolri","tag-keamanan-nasional","tag-listyo-sigit-prabowo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4545","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/103"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=4545"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4545\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4547,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4545\/revisions\/4547"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/4546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=4545"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=4545"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=4545"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}