{"id":5364,"date":"2026-02-04T14:36:24","date_gmt":"2026-02-04T07:36:24","guid":{"rendered":"https:\/\/noleskabar.com\/?p=5364"},"modified":"2026-02-04T14:39:44","modified_gmt":"2026-02-04T07:39:44","slug":"menpar-ungkap-manfaat-154-penghargaan-pariwisata-di-dpr-dpr-minta-dampak-nyata-untuk-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/noleskabar.com\/menpar-ungkap-manfaat-154-penghargaan-pariwisata-di-dpr-dpr-minta-dampak-nyata-untuk-rakyat\/","title":{"rendered":"Menpar Ungkap Manfaat 154 Penghargaan Pariwisata di DPR, DPR Minta Dampak Nyata untuk Rakyat"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">JAKARTA, NOLESKABAR.COM &#8211; Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan manfaat 154 penghargaan internasional yang diraih sektor pariwisata Indonesia dalam rapat kerja bersama DPR RI di Jakarta, Rabu (4\/2\/2026). Paparan tersebut disampaikan di hadapan Komisi VII sebagai respons atas kritik anggota dewan terkait dampak penghargaan bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam rapat tersebut, Widiyanti menegaskan bahwa ratusan penghargaan itu bukan hasil kerja kementeriannya semata. Ia menyebut, prestasi tersebut merupakan buah kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku industri pariwisata, hingga masyarakat desa wisata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIni bukan milik kementerian saja. Ada peran besar pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat yang ikut membangun destinasi serta memberikan pelayanan terbaik,\u201d ujar Widiyanti di hadapan anggota DPR.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Widiyanti, salah satu manfaat utama penghargaan internasional adalah meningkatnya kredibilitas Indonesia di mata dunia. Ia mengatakan, setiap penghargaan yang diraih otomatis menjadi alat promosi yang efektif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPengakuan internasional membuat citra Indonesia semakin kuat. Ini menjadi referensi bagi wisatawan global saat memilih destinasi, hotel, restoran, hingga desa wisata,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Widiyanti menambahkan, semakin sering Indonesia disebut dalam ajang penghargaan dunia, maka minat wisatawan untuk datang juga semakin tinggi. Hal itu, menurutnya, berdampak langsung pada peningkatan omzet usaha pariwisata, termasuk UMKM.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKetika wisatawan datang, yang merasakan dampaknya bukan hanya hotel besar, tapi juga pedagang kecil, pemandu wisata, hingga warga lokal yang membuka usaha,\u201d ucap Widiyanti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain promosi, penghargaan juga berfungsi sebagai alat evaluasi. Ia menyebut, prestasi tersebut bisa menjadi cermin untuk mengukur posisi Indonesia dibanding negara lain di sektor pariwisata. \u201cKalau negara tetangga unggul, itu jadi bahan refleksi bagi kami,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Widiyanti juga menegaskan bahwa seluruh penghargaan yang dipamerkan bersifat objektif dan tidak berbayar. Penilaian dilakukan berdasarkan standar internasional dan ulasan wisatawan. \u201cIni murni hasil kerja, bukan karena membayar,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, paparan tersebut tetap mendapat sorotan dari DPR. Ketua Komisi VII Saleh Partaonan Daulay sebelumnya mempertanyakan manfaat konkret bagi rakyat. \u201cPenghargaan banyak, tapi rakyat dapat apa?\u201d ujarnya. Ia meminta pemerintah merinci jenis penghargaan dan dampaknya secara nyata, seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, NOLESKABAR.COM &#8211; Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan manfaat 154 penghargaan internasional yang diraih sektor pariwisata Indonesia dalam rapat kerja bersama DPR RI di Jakarta, Rabu (4\/2\/2026). Paparan tersebut disampaikan di hadapan Komisi VII sebagai respons atas kritik anggota dewan terkait dampak penghargaan bagi masyarakat. Dalam rapat tersebut, Widiyanti menegaskan bahwa ratusan penghargaan itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":103,"featured_media":5365,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,171,19],"tags":[1270,1073,313,4329,5239],"class_list":["post-5364","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-nasional","category-pemerintahan","category-politik","tag-berita-nasional","tag-destinasi-wisata","tag-dpr-ri","tag-ekonomi-kreatif","tag-indonesia-maju"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/5364","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/103"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=5364"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/5364\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5370,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/5364\/revisions\/5370"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/5365"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=5364"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=5364"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=5364"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}