{"id":8122,"date":"2026-04-02T12:08:12","date_gmt":"2026-04-02T05:08:12","guid":{"rendered":"https:\/\/noleskabar.com\/?p=8122"},"modified":"2026-04-02T12:09:28","modified_gmt":"2026-04-02T05:09:28","slug":"8122-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/noleskabar.com\/8122-2\/","title":{"rendered":"Di Haul Akbar ke-101, H Her Ajak Generasi Muda Meneladani Akhlak Syaichona Kholil"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BANGKALAN, NOLESKABAR.COM. &#8211; Haul Akbar Syaichona Kholil Bangkalan ke-101 menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan keteladanan ulama besar asal Madura, sekaligus mengajak generasi muda meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pesan itu disampaikan H. Hoirul Umam (H Her) saat menghadiri rangkaian kegiatan Haul Akbar Syaichona Kholil ke-101 yang digelar di kawasan Martajasah, Bangkalan, Rabu (1\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut H Her, haul bukan sekadar agenda rutin keagamaan, melainkan juga sarana refleksi bagi umat Islam untuk mengingat kematian dan memperbaiki diri dengan mencontoh kehidupan para ulama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Yang pertama agar kita ingat bahwa kita juga akan mati. Yang kedua agar supaya kita bisa mencontoh akhlak beliau,&#8221; ujar H Her.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menegaskan, sosok Syaichona Kholil merupakan ulama besar yang memiliki pengaruh luas, tidak hanya di Madura tetapi juga di tingkat nasional. Keteladanan beliau, kata H Her, sangat penting diwariskan kepada generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, salah satu warisan paling berharga dari Syaichona Kholil bukan hanya keilmuan, tetapi juga akhlak, ketawadhuan, dan sikap hidup yang penuh hikmah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kalau sosok Syekh Kholil itu, kita semua sudah tahu. Sulit sosok seperti beliau untuk zaman sekarang. Untuk generasi muda, ya akhlaknya itu yang harus diteladani,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">H Her menilai, generasi muda hari ini membutuhkan figur panutan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak yang baik, dan kepedulian terhadap sesama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, ia berharap momentum haul akbar ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai keteladanan ulama dalam kehidupan masyarakat, khususnya bagi kalangan muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain menyampaikan pesan tentang pentingnya meneladani akhlak ulama, H Her juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pondok pesantren dan berbagai kegiatan keagamaan yang berorientasi pada pelestarian warisan para ulama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Siap, selalu siap. Dalam bentuk apa pun siap,&#8221; tegasnya saat ditanya mengenai dukungannya terhadap pondok pesantren ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Haul Akbar Syaichona Kholil ke-101 sendiri berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jemaah dari berbagai daerah. Kegiatan tersebut menjadi wujud penghormatan masyarakat kepada ulama besar yang dikenal memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di Nusantara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih dari sekadar tradisi tahunan, haul ini juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai perjuangan, keilmuan, dan akhlak mulia para ulama harus terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANGKALAN, NOLESKABAR.COM. &#8211; Haul Akbar Syaichona Kholil Bangkalan ke-101 menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan keteladanan ulama besar asal Madura, sekaligus mengajak generasi muda meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Pesan itu disampaikan H. Hoirul Umam (H Her) saat menghadiri rangkaian kegiatan Haul Akbar Syaichona Kholil ke-101 yang digelar di kawasan Martajasah, Bangkalan, Rabu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":106,"featured_media":8121,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22,23,585],"tags":[46,16888,16890,16889],"class_list":["post-8122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-daerah","category-madura","category-pendidikan","tag-bangkalan","tag-h-her-2","tag-haul-akbar","tag-syaichona-kholil-bangkalan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/8122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/106"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=8122"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/8122\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8124,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/8122\/revisions\/8124"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/8121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=8122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=8122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=8122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}