{"id":8823,"date":"2026-09-04T16:49:13","date_gmt":"2026-09-04T09:49:13","guid":{"rendered":"https:\/\/noleskabar.com\/?p=8823"},"modified":"2026-09-04T16:51:55","modified_gmt":"2026-09-04T09:51:55","slug":"utm-jadi-jembatan-budaya-10-mahasiswa-ceko-belajar-di-madura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/noleskabar.com\/utm-jadi-jembatan-budaya-10-mahasiswa-ceko-belajar-di-madura\/","title":{"rendered":"UTM Jadi Jembatan Budaya, 10 Mahasiswa Ceko Belajar di Madura"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BANGKALAN,<a target=\"_blank\" rel=\"noopener\" href=\"NOLESKABAR.COM\">NOLESKABAR.COM<\/a>&#8211; Upaya Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memperluas jejaring internasional kembali diwujudkan melalui program Cross Cultural Internship (CCI) 2026. Tahun ini, UTM menerima 10 mahasiswa dari Palack\u00fd University Olomouc, Republik Ceko, untuk mengikuti program selama satu bulan di Madura.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran mahasiswa asing tersebut bukan sekadar bagian dari mobilitas akademik. UTM menjadikan program ini sebagai ruang perjumpaan lintas budaya, sekaligus kesempatan memperkenalkan Madura dan Indonesia melalui pengalaman langsung di lingkungan kampus maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program CCI 2026 resmi dibuka melalui Welcoming Cross Cultural Internship di Lantai 9 Gedung Rektorat UTM, Jumat (4\/9\/2026). Penyambutan tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang akan mempertemukan mahasiswa Palack\u00fd University dengan sivitas akademika UTM selama berada di Madura.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Pusat Hubungan Internasional (PHI) UTM, Dr. Achmad Cholil, M.Si., Ph.D., mengatakan CCI menjadi salah satu bentuk nyata internasionalisasi yang dibangun UTM melalui interaksi langsung antar mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cProgram ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga membangun pengalaman cross-culture. Mahasiswa Palack\u00fd University akan berinteraksi dengan mahasiswa UTM dan mengenal langsung budaya yang ada di Madura,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Madura, UTM menyiapkan sejumlah agenda di luar kegiatan akademik. Para mahasiswa Ceko akan diperkenalkan dengan batik, makanan tradisional, permainan tradisional, serta berbagai kekayaan budaya Madura melalui sejumlah kunjungan dan kegiatan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pelaksanaannya, PHI UTM melibatkan fakultas, mahasiswa internasional yang berada di lingkungan kampus, serta mahasiswa UTM yang menjadi volunteer. Pola ini membuat interaksi tidak berhenti pada kegiatan formal, tetapi berkembang menjadi perjumpaan sehari-hari antar mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rektor UTM, Prof. Dr. Safi\u2019, mengatakan kehadiran mahasiswa dari Palack\u00fd University juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa UTM untuk mendapatkan pengalaman internasional secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, internasionalisasi tidak selalu harus dimaknai dengan mengirim mahasiswa ke luar negeri. Kehadiran mahasiswa asing di kampus juga membuka ruang bagi mahasiswa UTM untuk berkomunikasi, bertukar pengalaman, dan memahami perspektif dari budaya yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMereka tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga mengenal budaya Madura dan budaya Nusantara melalui interaksi langsung dengan mahasiswa serta berbagai kegiatan selama berada di Indonesia,\u201d kata Prof. Safi\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Interaksi tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya UTM membangun lingkungan akademik yang semakin terbuka. Pengalaman lintas budaya diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus membantu mereka lebih siap menghadapi lingkungan akademik dan profesional yang semakin terhubung secara global.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, UTM tidak ingin kerja sama dengan Palack\u00fd University berhenti pada kedatangan mahasiswa melalui program CCI. Hubungan kedua perguruan tinggi diharapkan dapat berkembang ke bidang akademik lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Achmad Cholil mengatakan peluang kolaborasi dapat diarahkan pada penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun berbagai kegiatan akademik yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua institusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada mobilitas mahasiswa, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, termasuk peluang joint research dan kegiatan akademik lainnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi mahasiswa Palack\u00fd University, kesempatan berada di Madura selama satu bulan menjadi pengalaman untuk mengenal Indonesia dari jarak yang lebih dekat. Mereka tidak hanya berada di lingkungan kampus, tetapi juga berkesempatan melihat langsung budaya dan kehidupan masyarakat setempat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah seorang mahasiswa Palack\u00fd University Olomouc, Klara Klukova, mengaku antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan UTM.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami berterima kasih atas sambutan yang hangat dari UTM. Kami sangat senang dan antusias untuk mengenal mahasiswa UTM serta mengikuti berbagai kegiatan selama program berlangsung,\u201d ujar Klara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: Syah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANGKALAN,NOLESKABAR.COM&#8211; Upaya Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memperluas jejaring internasional kembali diwujudkan melalui program Cross Cultural Internship (CCI) 2026. Tahun ini, UTM menerima 10 mahasiswa dari Palack\u00fd University Olomouc, Republik Ceko, untuk mengikuti program selama satu bulan di Madura. Kehadiran mahasiswa asing tersebut bukan sekadar bagian dari mobilitas akademik. UTM menjadikan program ini sebagai ruang perjumpaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":100,"featured_media":8824,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22,1,23],"tags":[18599,18606],"class_list":["post-8823","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-daerah","category-headline","category-madura","tag-berita-utm","tag-kampus-utm"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/8823","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/100"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=8823"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/8823\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8826,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/8823\/revisions\/8826"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/8824"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=8823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=8823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=8823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}