{"id":8872,"date":"2026-10-22T20:05:56","date_gmt":"2026-10-22T13:05:56","guid":{"rendered":"https:\/\/noleskabar.com\/?p=8872"},"modified":"2026-10-22T20:08:50","modified_gmt":"2026-10-22T13:08:50","slug":"hsn-2026-kh-muchlis-muhsin-dorong-santri-kuasai-teknologi-tanpa-tinggalkan-ilmu-agama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/noleskabar.com\/hsn-2026-kh-muchlis-muhsin-dorong-santri-kuasai-teknologi-tanpa-tinggalkan-ilmu-agama\/","title":{"rendered":"HSN 2026, KH Muchlis Muhsin Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan Ilmu Agama"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BANGKALAN, <a target=\"_blank\" rel=\"noopener\" href=\"NOLESKABAR.COM\">NOLESKABAR.COM<\/a>-Perjuangan santri tidak lagi hanya berkaitan dengan menjaga tradisi keilmuan pesantren. Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, santri juga dituntut memiliki wawasan luas dan keterampilan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pesan tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, KH Muchlis Muhsin, saat memimpin peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman pesantren, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Kamis (22\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apel yang diikuti ratusan santri itu menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan ulama sekaligus menegaskan peran generasi pesantren dalam menghadapi perubahan zaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KH Muchlis mengatakan, tantangan yang dihadapi santri saat ini berbeda dengan generasi terdahulu. Jika para ulama dan santri sebelumnya berjuang menghadapi penjajahan, generasi sekarang harus mampu memperjuangkan masa depan melalui pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPara santri saat ini harus bisa meneladani perjuangan para ulama dengan cara jihad belajar yang baik. Terlebih di era digitalisasi yang perubahannya bergerak sangat cepat, santri dituntut untuk mampu beradaptasi,\u201d ujar KH Muchlis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut dia, kemampuan beradaptasi menjadi penting agar santri tidak tertinggal di tengah perkembangan teknologi. Pendidikan pesantren, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan pengembangan pengetahuan umum dan keterampilan digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan bekal tersebut, santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu mengambil peran di berbagai bidang kehidupan. Ilmu yang diperoleh di pesantren harus dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KH Muchlis menegaskan, penguasaan teknologi bukan berarti meninggalkan identitas dan tradisi pesantren. Sebaliknya, kemajuan zaman perlu dihadapi dengan tetap menjaga akhlak, nilai keagamaan, serta semangat pengabdian yang diwariskan para ulama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPenguasaan ilmu dan teknologi adalah bentuk jihad baru agar santri nantinya bisa memberikan kontribusi nyata bagi agama, negara, dan kepentingan masyarakat luas,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga mengingatkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional memiliki kaitan erat dengan sejarah perjuangan bangsa, khususnya Resolusi Jihad yang digelorakan Hadratussyeikh KH Hasyim Asy\u2019ari pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Resolusi Jihad menjadi bagian penting dari sejarah yang menunjukkan keterlibatan ulama dan kalangan pesantren dalam mempertahankan kedaulatan negara. Semangat keberanian, persatuan, dan pengorbanan tersebut dinilai tetap relevan, meskipun bentuk tantangan yang dihadapi generasi sekarang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi KH Muchlis, nilai perjuangan itu perlu diterjemahkan dalam tindakan yang sesuai dengan kebutuhan masa kini. Santri tidak cukup hanya mengenang sejarah, tetapi juga harus mempersiapkan diri agar mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHari Santri ini didasarkan pada fatwa Resolusi Jihad yang dimotori oleh Hadratussyeikh KH Hasyim Asy\u2019ari, ketika pihak penjajah mencoba datang kembali untuk merebut bumi pertiwi setelah kita merdeka. Tugas besar santri modern adalah bahu-membahu membangun masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Syah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANGKALAN, NOLESKABAR.COM-Perjuangan santri tidak lagi hanya berkaitan dengan menjaga tradisi keilmuan pesantren. Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, santri juga dituntut memiliki wawasan luas dan keterampilan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, KH Muchlis Muhsin, saat memimpin peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman pesantren, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":100,"featured_media":8875,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22,23],"tags":[],"class_list":["post-8872","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-daerah","category-madura"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/8872","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/100"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=8872"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/8872\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8874,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/8872\/revisions\/8874"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/8875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=8872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=8872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/noleskabar.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=8872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}