NOLESKABAR.COM – Liga Super Eropa kembali menjadi sorotan tajam setelah Barcelona resmi menarik dukungannya dari proyek kompetisi kontroversial tersebut. Keputusan ini langsung mengguncang peta kekuatan pendukung liga tandingan UEFA itu.
Liga Super Eropa sejak awal dipromosikan sebagai revolusi sepak bola Eropa, namun kenyataannya justru memicu gelombang penolakan luas dari suporter, federasi, hingga banyak klub elite yang semula ikut mendukung.
Barcelona mundur dari Liga Super Eropa diumumkan melalui pernyataan resmi klub. Manajemen menegaskan, “FC Barcelona secara resmi telah memberi tahu European Super League Company dan klub-klub terkait mengenai pengunduran diri dari proyek Liga Super Eropa.”
Liga Super Eropa kini praktis hanya menyisakan Real Madrid sebagai klub besar yang masih terang-terangan berada di belakang proyek tersebut. Kondisi ini menunjukkan betapa cepat dukungan terhadap gagasan itu memudar.
Liga Super Eropa pertama kali diumumkan pada April 2021 dengan ambisi besar membentuk kompetisi eksklusif berisi klub-klub elite Eropa yang berjalan di luar struktur UEFA.
Liga Super Eropa langsung memicu gelombang protes besar. Suporter di berbagai negara turun ke jalan, menuding kompetisi itu hanya menguntungkan segelintir klub kaya dan mengancam tradisi sepak bola.
Liga Super Eropa mulai runtuh hanya dalam hitungan hari ketika enam klub Premier League memilih mundur. Tekanan publik yang masif membuat proyek ambisius itu goyah sejak awal.
Liga Super Eropa kemudian ditinggalkan satu per satu oleh klub lain, termasuk Atletico Madrid, Inter Milan, dan AC Milan, hingga akhirnya Juventus juga hengkang pada 2024.
Liga Super Eropa sempat mencoba bangkit melalui berbagai perubahan format, dari konsep liga tertutup menjadi rencana kompetisi puluhan klub dengan sistem promosi dan degradasi.
Liga Super Eropa bahkan diperkenalkan kembali dengan konsep baru bernama Unify League, namun perubahan nama dan format tidak mampu menghapus keraguan publik maupun klub.
Liga Super Eropa kini berada di titik paling kritis. Tanpa Barcelona, daya tarik proyek tersebut semakin menurun dan legitimasi kompetisi makin dipertanyakan.
Liga Super Eropa pada akhirnya menghadapi kenyataan pahit: ambisi besar yang dulu digadang-gadang akan mengubah wajah sepak bola Eropa kini tersisa sebagai proyek yang nyaris kehilangan pendukung, dengan Real Madrid berdiri sendirian mempertahankannya.
