JAKARTA, NOLESKABAR.COM- Pemerintah memberi kepastian yang ditunggu masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Ia menegaskan pemerintah telah melakukan pembahasan khusus bersama Menteri Keuangan untuk memastikan stabilitas harga energi di tengah dinamika pasar minyak dunia.
Menurut Bahlil, meskipun harga minyak mentah global mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah tetap berkomitmen menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak membebani masyarakat.
“Negara harus hadir. Walaupun harga minyak dunia bergerak naik, untuk BBM subsidi kita pastikan tidak ada kenaikan sampai Lebaran,” tegasnya.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran subsidi energi dalam APBN masih cukup kuat untuk menahan potensi lonjakan harga. Pemerintah, kata dia, telah menghitung asumsi harga minyak rata-rata sepanjang tahun sehingga fluktuasi jangka pendek masih dapat diantisipasi.
Purbaya menjelaskan bahwa pergerakan harga minyak global sangat dinamis. Dalam hitungan hari harga bisa melonjak, namun tak lama kemudian kembali turun. Karena itu pemerintah memilih bersikap hati-hati sebelum mengambil keputusan yang berdampak pada anggaran negara.
“Fluktuasinya cepat. Bisa naik lalu turun lagi. Jadi kebijakan APBN tidak bisa langsung berubah hanya karena pergerakan harga beberapa hari,” ujarnya.
Keputusan menahan harga BBM subsidi ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi, terutama menjelang periode mudik Lebaran ketika konsumsi energi dan mobilitas masyarakat biasanya meningkat tajam.
Dengan jaminan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menjalani Ramadan dan persiapan Idulfitri tanpa kekhawatiran tambahan terkait kenaikan harga bahan bakar.
Penulis:NL
