BANDUNG, NOLESKABAR.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan langkah tegas setelah bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Menurut pria yang akrab disapa KDM itu, warga yang terdampak tidak bisa kembali menempati lokasi rawan longsor, dan relokasi menjadi langkah mutlak.
“Warga akan direlokasi. Tidak boleh ada bangunan rumah lagi di sana,” ujar KDM pasca meninjau lokasi bencana. Dikutip Minggu (25/1/2026).
Ia menambahkan, kebijakan ini diambil untuk menjamin keselamatan warga dan memudahkan pemerintah fokus pada pemulihan serta pencarian korban.
Sebagai langkah darurat, setiap keluarga terdampak mendapat bantuan Rp 10 juta untuk sewa kontrakan dan kebutuhan hidup dua bulan ke depan.
“Ini untuk sementara, agar mereka bisa bertahan hidup sebelum hunian baru siap,” jelasnya.
Proses evakuasi di lapangan berlangsung berat. Salah satu jenazah memakan waktu hampir empat jam untuk diangkat dari material longsor. Dedi bahkan ikut turun tangan memantau langsung proses evakuasi.
Bencana yang terjadi pada Sabtu dini hari pukul 02.30 WIB ini telah menelan 10 korban jiwa, sementara 82 warga masih hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan. Korban berasal dari beberapa kampung terdampak, termasuk Pasirkuning, Pasirkuda, dan Sukadami.
Dedi menekankan, relokasi total merupakan prioritas keselamatan warga. “Kita harus jujur, tidak bisa membiarkan orang tinggal di tempat yang berbahaya. Ini demi nyawa mereka,” ujarnya.
BPBD Jawa Barat menyebut hujan deras sebagai pemicu utama longsor. Dengan relokasi warga, pemerintah kini bisa fokus pada penanganan darurat, pencarian korban, dan pemulihan wilayah terdampak.
Warga yang selamat kini berada di posko pengungsian. Pemerintah memastikan bantuan darurat tersedia, sambil menyiapkan program relokasi permanen agar warga dapat hidup kembali dengan aman dan tenang.
Penulis: Dohir
