Berangkat Mei 2026, CJH Bangkalan Banyak Lansia dan Komorbid

2 Min Read
Berangkat Mei 2026, CJH Bangkalan Banyak Lansia dan Komorbid (Ilustrasi)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM-Ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Bangkalan dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji pada awal Mei 2026.

Dari total jemaah yang akan diberangkatkan, sebagian besar ternyata masuk dalam kategori risiko tinggi dan membutuhkan perhatian khusus selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, ratusan jemaah dinyatakan memenuhi syarat istitha’ah, baik secara mandiri maupun dengan pendamping. Namun, jumlah jemaah dengan kondisi kesehatan berisiko cukup signifikan. Mereka umumnya terdiri dari lanjut usia serta individu dengan riwayat penyakit seperti jantung, diabetes, gangguan paru, hingga kondisi komorbid lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Nunuk Kristiani, mengungkapkan bahwa kategori risiko tinggi ini tetap diperbolehkan berangkat dengan catatan harus mendapatkan pendampingan dan pengawasan medis yang ketat.

“Sebagian besar memang masuk kategori membutuhkan pendamping. Artinya, mereka harus benar-benar dijaga kondisi kesehatannya selama menjalankan ibadah,” ujarnya.

Para jemaah dalam kategori ini juga diwajibkan membawa obat-obatan pribadi serta menjalani kontrol kesehatan secara berkala. Hal ini penting mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima dan daya tahan tubuh yang stabil.

Sementara itu, dari sisi kesiapan keberangkatan, Kepala Kementerian Agama Bangkalan, Arief Rohman, memastikan seluruh proses tetap berjalan sesuai jadwal. Para CJH dijadwalkan berangkat dalam dua kelompok terbang (kloter) pada 9 dan 10 Mei 2026.

Ia juga menegaskan bahwa dinamika global, termasuk isu konflik di kawasan Timur Tengah, tidak berdampak pada jadwal keberangkatan jemaah asal Bangkalan. Seluruh persiapan tetap berjalan sesuai rencana tanpa adanya penundaan.

“Semua tetap sesuai jadwal. Tidak ada jemaah yang mengundurkan diri,” katanya.

Meski jumlah jemaah risiko tinggi cukup besar, pihaknya memastikan bahwa seluruh CJH yang berangkat telah melalui tahapan pemeriksaan dan dinyatakan layak secara medis. Dengan begitu, mereka dinilai mampu menjalankan rangkaian ibadah haji, meskipun tetap memerlukan perhatian khusus.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini terus memperkuat koordinasi, terutama dalam aspek kesehatan dan pendampingan jemaah. Tujuannya, agar seluruh CJH asal Bangkalan dapat menjalankan ibadah dengan aman, lancar, dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.

Editor: Adi

Share This Article