JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Sekolah Rakyat kini tidak hanya soal papan tulis dan buku, tapi juga soal cashless dan digitalisasi layanan keuangan. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menghadirkan inovasi ini melalui ekosistem layanan keuangan modern yang mendukung pengelolaan pendidikan lebih transparan dan efisien.
Direktur Kelembagaan BNI, Eko Setyo Nugroho, menjelaskan bahwa dukungan perbankan ini bukan sekadar formalitas. “Melalui layanan ini, kami memastikan administrasi sekolah berjalan modern, transparan, dan efisien. Semua transaksi sekolah kini bisa digital dan terpantau secara real-time,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
BNI menghadirkan berbagai layanan: mulai dari Agen46 Mini Bank, Bank Sampah, pembukaan rekening siswa, hingga Kartu Siswa berbasis reader untuk absensi elektronik. Semua sistem ini memungkinkan transaksi cashless, termasuk pembayaran gaji guru, transaksi mitra catering dan laundry, serta penyaluran dana dari Kementerian Sosial. Semua dapat dipantau melalui dashboard keuangan digital berbasis BNIdirect dan QRIS.
Implementasi nyata terlihat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Kota Banjarbaru, yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Sekolah ini dilengkapi fasilitas lengkap, dari gedung pendidikan, aula serbaguna, GOR, musala, amphitheater, hingga ruang makan, mendukung proses belajar yang lebih modern dan menyenangkan.
“Ke depan, dukungan berkelanjutan sektor perbankan menjadi kunci agar program ini memberikan dampak nyata bagi generasi penerus bangsa,” tambah Eko.
Presiden Prabowo menargetkan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, dengan kapasitas masing-masing sekolah menampung hingga 1.000 murid. Bila target tercapai, setengah juta anak Indonesia akan mendapat akses pendidikan berkualitas, sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan ekstrem.
Program ini sekaligus menegaskan sinergi lintas kementerian dan BUMN, di mana digitalisasi layanan keuangan menjadi fondasi baru dalam mengelola pendidikan publik. Sekolah bukan lagi sekadar tempat belajar, tetapi laboratorium transformasi digital bagi generasi muda Indonesia.
Editor: Fauzan
