NOLESKABAR.COM – Jakarta – Gagal ginjal tak lagi identik dengan usia lanjut. Fenomena cuci darah di kalangan usia produktif makin sering terlihat di berbagai rumah sakit. Alarmnya sudah berbunyi: pola hidup sehari-hari jadi biang kerok yang kerap diabaikan.
Dokter spesialis urologi konsultan dari Siloam Hospitals Asri, Prof Dr dr Nur Rasyid, SpU(K), membeberkan bahwa mayoritas kasus gagal ginjal di Indonesia bukan muncul tiba-tiba. Ada penyakit dasar yang sebenarnya bisa dicegah.Ia menyebut, sekitar 29 persen kasus berkaitan dengan diabetes, 20 persen dipicu infeksi, dan 19 persen akibat hipertensi.
Kombinasi tiga faktor ini menjadi bom waktu yang diam-diam merusak fungsi ginjal hingga pasien harus menjalani hemodialisis seumur hidup.
1. Garam Berlebihan, Jalan Tol Menuju HipertensiMasyarakat Indonesia dikenal gemar makanan asin. Dari camilan hingga lauk harian, rasa gurih seolah wajib ada. Masalahnya, konsumsi garam berlebihan memicu tekanan darah tinggi.
Jika hipertensi tak terkendali, pembuluh darah ginjal perlahan rusak.“Kalau tidak mau hipertensi, kurangi garam,” tegas Prof Nur.Hipertensi yang dibiarkan bukan sekadar angka tinggi di alat tensi. Ia menggerogoti ginjal tanpa gejala berarti, sampai akhirnya fungsi organ itu turun drastis.
2. Manis Berlebihan, Undangan Terbuka untuk DiabetesMinuman kekinian, dessert viral, hingga kebiasaan makan karbohidrat berlebih memperbesar risiko diabetes. Penyakit ini dikenal sebagai salah satu penyebab utama gagal ginjal. Gula darah yang terus tinggi merusak penyaring alami ginjal.
Dalam jangka panjang, penderita bisa berujung pada cuci darah rutin.“Jangan kegemukan, kurangi makanan manis dan karbohidrat berlebihan, olahraga teratur,” pesan Prof Nur.Pesannya sederhana, tetapi sering diabaikan. Gaya hidup instan hari ini bisa berujung terapi seumur hidup esok hari.
3. Infeksi Dianggap Sepele, Dampaknya Bisa Fatal tak semua gagal ginjal bermula dari gula atau tekanan darah. Infeksi yang terlambat ditangani juga bisa memicu kerusakan, baik akut maupun kronis.Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang berulang atau sepsis yang tidak segera diobati dapat merusak jaringan ginjal.
Ironisnya, banyak orang memilih menunda ke dokter karena merasa gejala masih ringan.“Kalau ada demam atau tanda infeksi, segera periksa supaya ditangani dengan benar,” ujarnya.Fakta ini menjadi tamparan keras. Gagal ginjal di usia muda bukan takdir, melainkan akumulasi kebiasaan yang terus dibiarkan. Garam, gula, dan sikap abai terhadap infeksi adalah tiga pintu masuk yang sering dianggap remeh.
Penulis : K_A
