BANGKALAN, NOLESKABAR.COM– Intensitas curah hujan yang meningkat sepanjang Januari 2026 menjadi sinyal peringatan bagi masyarakat Kabupaten Bangkalan terhadap ancaman kesehatan.
Kondisi ini berpotensi memicu peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), seiring bertambahnya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Memasuki puncak musim hujan, risiko penyebaran DBD disebut semakin besar. Lingkungan yang lembap, saluran air tersumbat, serta wadah-wadah yang menampung air hujan menjadi faktor utama yang mempercepat siklus perkembangbiakan nyamuk.
Ancaman ini bukan tanpa dasar. Data tahun sebelumnya menunjukkan bahwa musim hujan berkorelasi kuat dengan lonjakan kasus DBD di Bangkalan.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 190 kasus DBD dari seluruh Puskesmas di wilayah Bangkalan.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit,(P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Maryamah, menyebutkan bahwa lonjakan kasus tertinggi pada 2025 terjadi pada awal tahun, terutama pada bulan Januari.
“Pada bulan Januari tercatat 71 kasus. Ini menunjukkan bahwa musim hujan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kasus DBD,” ujar Maryamah kepada NOLESKABAR.COM. Jumat, 23 Januari 2026.
Menurutnya, beberapa wilayah dengan kasus tertinggi pada 2025 antara lain Puskesmas Bangkalan dengan 27 kasus, Arosbaya 24 kasus, serta Socah dan Geger yang masing-masing mencatat 13 kasus.
Maryamah menegaskan, data tersebut menjadi peringatan dini agar potensi lonjakan kasus pada awal 2026 bisa diantisipasi sejak sekarang, seiring meningkatnya curah hujan.
Dinkes Bangkalan, kata dia, telah memperkuat langkah pengendalian melalui peningkatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta edukasi intensif kepada masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, serta langkah tambahan untuk mencegah gigitan nyamuk,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam tinggi mendadak, nyeri sendi, sakit kepala, atau muncul bintik merah, guna mencegah risiko komplikasi akibat DBD.
Penulis: Abdi
