NOLESKABAR.COM– Como 1907 bikin Serie A geger pada Sabtu (24/1) malam. Di kandang sendiri, Stadion Giuseppe Sinigaglia, mereka membantai Torino F.C. 6-0. Lini pertahanan Torino terlihat rapuh dan tak berdaya menghadapi serangan Como.
Sejak peluit kick-off, Como langsung menekan. Gol cepat datang di menit ke-8 lewat Tasos Douvikas, memanfaatkan umpan terobosan brilian Lucas da Cunha. Pertahanan Torino sudah mulai goyah di menit-menit awal.
Delapan menit berselang, Martin Baturina melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Kiper Torino, Alberto Paleari, tak berdaya. Skor 2-0 untuk Como bertahan hingga turun minum, dengan Torino tak mampu keluar dari tekanan.
Babak kedua semakin mengerikan bagi Torino. Penalti pada menit ke-59 berhasil dieksekusi Lucas da Cunha, membawa Como unggul 3-0. Serangan Como begitu cepat dan rapi, membuat Torino kesulitan menahan arus bola.
Hanya tujuh menit berselang, Douvikas bikin gol keduanya pada menit ke-66. Umpan matang Baturina bikin Douvikas tinggal menyelesaikan dari jarak dekat. Torino benar-benar kelabakan.
Menit ke-70, Nicolas Kühn, pemain pengganti, menambah gol kelima. Assist datang dari Maxence Caqueret, membuktikan Como punya stok pemain pengganti yang tetap ganas.
Pesta gol Como ditutup oleh Maxence Caqueret pada menit ke-76 dengan tendangan jarak jauh ke pojok bawah gawang Torino. Skor jadi 6-0 dan bertahan sampai peluit akhir.
Secara statistik, Como juga superior. Tembakan 15 kali (8 tepat sasaran), penguasaan bola 54%, akurasi operan 87%. Torino? Hanya 6 tembakan (1 tepat sasaran), penguasaan bola 46%, akurasi 82%, dan offside sampai 7 kali.
Pergantian pemain Como berjalan sempurna, sementara Torino mencoba memasukkan Tino Anjorin, R. Obrador, dan Duvan Zapata. Tapi semua percobaan gagal, Como tetap menguasai permainan.
Kemenangan ini bukan cuma soal tiga poin. Como menunjukkan mereka siap menggila di Serie A, sementara Torino harus menelan salah satu kekalahan paling memalukan musim ini.
