JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Arab Saudi kembali menjadi sasaran serangan terhadap infrastruktur energinya. Dua drone menargetkan kompleks kilang minyak Ras Tanura di pesisir timur kerajaan pada Senin (2/3/2026), dalam insiden yang langsung memicu kebakaran di sebagian area fasilitas.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui Saudi Press Agency (SPA), Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyebut sistem pertahanan udara mendeteksi dan mencegat dua drone sebelum mencapai target utama. Namun, serpihan dan dampak serangan tetap menyebabkan api berkobar di sejumlah titik operasional.
Api dilaporkan berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat. Otoritas setempat menegaskan tidak ada laporan korban jiwa, dan aktivitas utama kilang tetap berjalan setelah dilakukan evaluasi keamanan.
Meski demikian, beberapa unit operasional sempat dihentikan sebagai langkah pencegahan. Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan penghentian sementara itu tidak berdampak pada pasokan produk minyak ke pasar domestik maupun aktivitas ekspor, menurut keterangan yang dipublikasikan SPA.
Ras Tanura merupakan salah satu aset energi paling strategis di dunia. Dengan kapasitas produksi sekitar 550.000 barel per hari, fasilitas ini berfungsi sebagai pusat pengolahan sekaligus pelabuhan ekspor utama minyak Arab Saudi. Gangguan terhadap lokasi ini kerap menjadi perhatian global karena potensinya memengaruhi stabilitas pasar energi internasional.
Serangan terhadap infrastruktur minyak Saudi bukan peristiwa pertama. Pada 2019, serangan besar terhadap fasilitas Aramco sempat memangkas produksi nasional secara drastis dan mengguncang harga minyak dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, kilang dan fasilitas energi kerajaan juga berulang kali menjadi target serangan drone dan rudal, yang kerap dikaitkan dengan ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok yang didukung Iran.
Kali ini, pemerintah Saudi belum menyebut pihak yang bertanggung jawab. Namun, laporan Agence France-Presse (AFP) mengutip sumber di lapangan yang menyebut kebakaran sempat terlihat sebelum berhasil dikendalikan.
Eskalasi ini terjadi di tengah meningkatnya tensi regional, di mana serangan dan aksi militer saling berbalas di sejumlah titik konflik Timur Tengah. Infrastruktur energi tetap menjadi target strategis karena dampaknya yang luas terhadap ekonomi dan geopolitik.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas Saudi masih melakukan investigasi untuk mengidentifikasi sumber serangan serta mengevaluasi potensi kerusakan lebih lanjut. Pengamanan di sekitar fasilitas vital juga dilaporkan diperketat pascainsiden.
Editor: Arini
