BANGKALAN, NOLESKABAR.COM– Peran Duta Generasi Berencana (Genre) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kabupaten Bangkalan mendapat apresiasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur.
Keduanya dinilai berkontribusi besar dalam upaya menekan risiko pernikahan dini melalui edukasi dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Penilaian tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, saat menghadiri Lomba Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Grand Final Pemilihan Duta Genre Kabupaten Bangkalan Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pertemuan Ngudia Husada Madura (NHM), Rabu (24/6/2026).
Menurut Shodiqin, keberadaan Duta Genre menjadi salah satu instrumen penting dalam memberikan pemahaman kepada remaja terkait perencanaan masa depan, kesehatan reproduksi, serta bahaya pernikahan usia anak.
“Duta Genre memiliki peran strategis karena mereka menyampaikan pesan kepada sesama remaja melalui pendekatan teman sebaya. Cara ini dinilai lebih efektif untuk membangun kesadaran generasi muda,” ujarnya.
Selain Duta Genre, Tim Pendamping Keluarga juga dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendampingi keluarga sasaran. Mereka terlibat langsung dalam memberikan edukasi kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca-persalinan hingga keluarga yang memiliki balita.
Shodiqin menjelaskan, berbagai upaya edukasi yang dilakukan selama ini turut berdampak terhadap kondisi pernikahan dini di Bangkalan. Berdasarkan data BKKBN, angka perempuan usia 15 hingga 19 tahun yang pernah melahirkan di Bangkalan berada di bawah rata-rata Jawa Timur.
“Kalau melihat hasil survei dan pendataan keluarga yang kami lakukan, kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan pernikahan dini di Bangkalan berjalan cukup baik,” katanya.
Ia menegaskan, BKKBN terus mengampanyekan pentingnya usia ideal menikah, yakni 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Selain itu, remaja juga didorong untuk menghindari tiga risiko utama, yaitu pernikahan usia anak, hubungan seksual di luar nikah, dan penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan Moh Fauzan Ja’far mengatakan Tim Pendamping Keluarga merupakan ujung tombak pemerintah dalam mendukung pembangunan keluarga yang berkualitas, termasuk percepatan penurunan angka stunting.
“TPK memiliki peran yang sangat strategis karena mereka hadir langsung di tengah masyarakat dan mendampingi keluarga yang membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya.
Menurut Fauzan, pelaksanaan lomba kader TPK bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana evaluasi sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi para kader yang selama ini bekerja di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, para finalis Duta Genre juga mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam mengedukasi remaja mengenai pentingnya pendidikan, perencanaan masa depan, dan kesiapan berkeluarga.
Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan, Sudiyo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan motivasi para kader dan remaja yang terlibat dalam program pembangunan keluarga.
“Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penyemangat bagi para kader dan Duta Genre agar terus aktif memberikan edukasi kepada masyarakat dan remaja,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TPK, dan Duta Genre, upaya membangun generasi yang sehat, terencana, dan siap berkeluarga diharapkan semakin kuat, sekaligus mampu menekan risiko pernikahan dini di Kabupaten Bangkalan.
Syah
