Empat Sekolah Garuda Ditargetkan Beroperasi 2026

3 Min Read
Empat Sekolah Garuda Ditargetkan Beroperasi 2026 (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mempercepat pengembangan sekolah unggulan berbasis sains dengan menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, M. Samsuri, mengatakan tiga dari empat Sekolah Garuda tersebut telah memasuki tahap pembangunan fisik. Ketiga sekolah itu berlokasi di Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur; serta Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

“NTT dan Belitung sudah mulai konstruksi, sementara Konawe Selatan kontraknya juga sudah selesai. Target kami empat sekolah, tetapi yang sudah berjalan proses pembangunannya saat ini ada tiga,” ujar Samsuri saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Sementara itu, satu Sekolah Garuda lainnya yang direncanakan dibangun di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, masih berada dalam tahap lelang proyek. Pemerintah berharap proses tersebut dapat segera rampung agar pembangunan bisa segera dimulai.

“Harapannya, keempat Sekolah Garuda ini sudah bisa menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026,” kata Samsuri.

Selain pembangunan fisik, Kemdiktisaintek juga tengah menyiapkan mekanisme penerimaan siswa baru, termasuk metode seleksi dan persyaratan pendaftaran. Samsuri menegaskan bahwa pendaftaran Sekolah Garuda akan dibuka secara luas bagi masyarakat dari berbagai daerah.

“Pendaftaran terbuka untuk siapa saja. Masyarakat dapat mendaftarkan anak-anak yang memiliki prestasi,” ujarnya.

Sekolah Garuda merupakan sekolah menengah atas berasrama dengan penguatan kurikulum pra-universitas, yang menitikberatkan pada pendekatan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Program ini dirancang untuk mempersiapkan lulusan agar mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan bahwa Sekolah Garuda dapat diakses oleh anak-anak dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk dari keluarga kurang mampu.

Sekolah ini menerapkan dua skema pembiayaan, yakni 80 persen siswa akan memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah, sementara 20 persen lainnya mengikuti jalur berbayar.

“Kami ingin memastikan bahwa siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu tetap mendapat kesempatan. Sementara bagi keluarga yang mampu secara ekonomi, mereka bisa berkontribusi melalui skema berbayar tanpa membebani negara,” ujar Stella Christie.

Sumber; ANTARA

Share This Article