Gerhana Bulan Total Malam Ini Tak Sepenuhnya Terlihat, BMKG Beberkan Penyebabnya

3 Min Read
Gerhana Bulan Total Malam Ini Tak Sepenuhnya Terlihat, BMKG Beberkan Penyebabnya (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM-Fenomena gerhana bulan total kembali menghiasi langit Indonesia pada Selasa (3/3) malam. Namun tidak semua wilayah bisa menyaksikan rangkaian prosesnya secara utuh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengungkap ada faktor posisi geografis yang membuat sebagian daerah hanya melihat fase akhir dari peristiwa langka ini.

Menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Dalam kondisi tersebut, Bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi sehingga tampak berwarna kemerahan. Fenomena ini kerap disebut sebagai Blood Moon.

Meski dapat diamati dari Indonesia, wilayah Aceh tidak berkesempatan melihat proses gerhana sejak awal. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menjelaskan bahwa saat Bulan terbit di ufuk timur, fase totalitas sudah hampir berakhir.

Artinya, momen ketika Bulan sepenuhnya tertutup bayangan Bumi terjadi sebelum Bulan muncul di cakrawala wilayah tersebut. Warga Aceh hanya dapat menyaksikan sisa fase total sebelum berlanjut ke fase sebagian dan akhirnya fase penumbra.

BMKG mencatat, fase gerhana total berakhir sekitar pukul 19.03 WIB. Setelah itu, gerhana memasuki fase sebagian yang berakhir pukul 20.17 WIB, lalu ditutup fase penumbra hingga pukul 21.24 WIB.

Meski tidak melihat keseluruhan proses, masyarakat tetap bisa menikmati perubahan warna Bulan yang cenderung kemerahan pada fase akhir totalitas. Fenomena ini aman diamati secara langsung tanpa alat bantu khusus, berbeda dengan gerhana matahari yang memerlukan pelindung mata.

Namun BMKG mengingatkan, keberhasilan pengamatan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan arah pandang. Langit yang cerah serta lokasi dengan pandangan bebas ke ufuk timur menjadi faktor utama agar fenomena dapat terlihat jelas.

Gerhana bulan total merupakan salah satu fenomena astronomi yang dapat diprediksi secara ilmiah karena pergerakan benda langit mengikuti pola orbit yang teratur. Peristiwa ini juga menjadi momentum edukatif bagi masyarakat untuk memahami dinamika tata surya secara langsung.

Bagi yang beruntung dengan cuaca cerah malam ini, menengadah sejenak ke langit timur bisa menjadi pengalaman berharga. Meski tak sepenuhnya terlihat di beberapa wilayah, sisa fase gerhana tetap menghadirkan panorama kosmik yang jarang terjadi.

Adi

Share This Article