JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu ketegangan global dengan pernyataan keras terkait ambisinya untuk mengakuisisi Greenland. Trump bahkan mengancam akan mengenakan tarif impor tinggi kepada sejumlah negara Eropa anggota NATO jika rencana pembelian wilayah otonom Denmark itu terus dihalangi.
Pernyataan kontroversial tersebut muncul di tengah gelombang aksi demonstrasi besar-besaran di Greenland. Ribuan warga turun ke jalan di ibu kota Nuuk untuk menolak tegas keinginan Trump menguasai pulau kaya mineral yang memiliki posisi strategis di kawasan Arktik.
Aksi solidaritas juga meluas ke Denmark. Ribuan orang dilaporkan berunjuk rasa di Kopenhagen serta sejumlah kota besar lainnya, menyuarakan penolakan terhadap tekanan politik dan ekonomi Amerika Serikat terhadap negara mereka.
Mengutip laporan AFP, Trump secara terbuka melontarkan kemarahannya kepada Denmark dan beberapa negara Eropa lain yang tergabung dalam NATO. Negara-negara tersebut diketahui telah mengirimkan pasukan ke Greenland dalam beberapa hari terakhir, sebuah langkah yang dinilai Trump sebagai provokasi serius.
Greenland sendiri merupakan wilayah otonom Denmark dengan populasi sekitar 57.000 jiwa. Meski kecil dari sisi jumlah penduduk, wilayah ini dinilai sangat penting secara geopolitik karena kekayaan sumber daya alam serta posisinya sebagai pintu masuk ke Arktik.
Ancaman Trump dinilai berpotensi memicu krisis serius di tubuh NATO. Jika benar-benar diterapkan, kebijakan tarif tersebut akan menciptakan ketegangan internal yang belum pernah terjadi sebelumnya di dalam aliansi pertahanan Atlantik Utara itu.
Dalam pernyataan yang ia unggah di platform Truth Social, Trump menyebut bahwa mulai 1 Februari, Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia akan dikenakan tarif sebesar 10 persen untuk seluruh barang ekspor mereka ke Amerika Serikat.
Trump melanjutkan, tarif tersebut akan dinaikkan secara drastis menjadi 25 persen mulai 1 Juni 2026. Menurutnya, kebijakan itu akan terus berlaku hingga tercapai kesepakatan “pembelian lengkap dan total Greenland” oleh Amerika Serikat.
“Negara-negara ini memainkan permainan yang sangat berbahaya dan telah menempatkan dunia pada tingkat risiko yang tidak dapat dipertahankan,” tulis Trump, seraya menegaskan bahwa situasi tersebut mengancam stabilitas global.
Meski melontarkan ancaman keras, Trump menyatakan masih membuka pintu dialog. Ia mengklaim siap untuk bernegosiasi dengan Denmark dan negara-negara Eropa terkait, namun tetap menegaskan bahwa langkah tegas diperlukan demi, menurutnya, menjaga perdamaian dan keamanan dunia.
