Harlah Ke-100 NU di Istora Senayan, Intip Luas Venue dan kapasitasnya

3 Min Read
Harlah Ke-100 NU di Istora Senayan, Intip Luas Venue dan kapasitasnya (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Nahdlatul Ulama (NU) akan genap 100 tahun pada Sabtu, 31 Januari 2026. PBNU menyiapkan Puncak Harlah Ke-100 Masehi di Istora Senayan, Jakarta, sebagai lokasi utama perayaan.

Istora Senayan terletak di Jl. Pintu Satu Gelora Bung Karno, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10270, tepat di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), yang menjadi pusat olahraga dan event besar di ibu kota.

Bangunan Istora memiliki luas sekitar 17.000 meter persegi, dengan lebar area utama 50 meter dan panjang mencapai 90 meter. Kapasitasnya mencapai 7.200–10.000 orang, memungkinkan seluruh pengurus NU, tamu undangan, dan tokoh penting hadir secara bersamaan.

Fasilitas Istora Senayan lengkap, mulai dari panggung utama, ruang VIP, area parkir luas, fasilitas sound system, pencahayaan modern, hingga AC dan toilet memadai, yang semuanya akan digunakan untuk mendukung rangkaian Harlah NU ke-100.

Ketua PBNU Rumadi Ahmad menegaskan bahwa perayaan Harlah ke-100 NU akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Rais Aam PBNU, Ketua Umum PBNU, seluruh pengurus PBNU, PWNU, PCNU, lembaga, badan otonom, hingga tokoh nasional dan masyarakat.

Acara dibuka pukul 06.00 WIB dengan istighosah kubro, mahallul qiyam, dan doa bersama, sebagai pembuka spiritual sebelum rangkaian formal dimulai.

Pukul 08.00–09.00 WIB, berlangsung Rapat Akbar, diikuti seluruh elemen NU dari seluruh Indonesia. Rapat ini menjadi momen konsolidasi sekaligus menegaskan peran NU sebagai organisasi Islam terbesar di tanah air.

Selain itu, Istora Senayan juga menjadi pusat aksi sosial ketika PBNU menyalurkan donasi untuk korban bencana di berbagai wilayah Indonesia, menegaskan kepedulian NU bagi masyarakat luas.

Sesi puncak menampilkan pidato Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, taushiyah Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dan video perjalanan 100 tahun NU, menghadirkan kilas balik sejarah dan prestasi NU. KH Yahya menegaskan, “NU didirikan untuk membangun peradaban. Untuk semua umat manusia,” dan menambahkan, “Visi NU adalah ‘Merawat Jagat, Membangun Peradaban’. NU hadir bukan hanya untuk Indonesia atau kaum mu’minin, tapi seluruh umat manusia.”

Dengan Istora Senayan sebagai lokasi perayaan, lengkap dengan fasilitas modern, kapasitas besar, dan lokasi strategis di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, serta kehadiran Presiden, Rais Aam, Ketua Umum, seluruh pengurus NU, dan tokoh nasional, Harlah ke-100 NU menjadi momentum sejarah, kebangsaan, dan peradaban, sekaligus menegaskan NU sebagai pengawal bangsa dan umat manusia.

Share This Article