JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Banjir akibat curah hujan tinggi masih melanda ratusan RT di Jakarta hingga Jumat (23/1) pagi. Berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta per pukul 06.00 WIB, sebanyak 125 RT dan 14 ruas jalan masih terendam air.
Banjir tersebar di empat wilayah kota: Jakarta Barat (38 RT), Jakarta Selatan (55 RT), Jakarta Timur (30 RT), dan Jakarta Utara (2 RT). Ketinggian air bervariasi antara 15 cm hingga 150 cm, tergantung lokasi dan luapan sungai setempat.
Di Jakarta Barat, sejumlah wilayah terdampak cukup parah. Kelurahan Rawa Buaya terendam hingga 150 cm, sementara Kedaung Kali Angke 8 RT tergenang setinggi 80 cm akibat luapan Kali Angke. Di Kelurahan Kedoya Selatan, air mencapai 80 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan.
Sementara itu, di Jakarta Selatan, Kelurahan Petogogan menjadi salah satu yang terdampak paling luas, dengan 26 RT terendam air setinggi 30 cm. Wilayah lain seperti Pela Mampang dan Ulujami mencatat ketinggian air 75–70 cm akibat luapan Kali Mampang dan Kali Pesanggrahan.
Di Jakarta Timur, banjir paling parah terjadi di Cipinang Melayu dan Kampung Melayu. Di Cipinang Melayu, 19 RT terendam dengan ketinggian air 30–90 cm karena luapan Kali PHB Sulaiman, sedangkan Kampung Melayu mengalami banjir setinggi 75–100 cm.
Jakarta Utara juga terdampak, meski lebih ringan. Kelurahan Kapuk Muara mencatat dua RT terendam air setinggi 40 cm akibat curah hujan tinggi.
Ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat aman. Di Jakarta Barat, pengungsi menempati Masjid Jami Al Khaeer (28 jiwa) dan Aula Rusunawa KS Tubun (65 jiwa). Sementara di Jakarta Pusat, RPTRA Segas RW.06 menampung 60 jiwa, dan PAUD Nusantara RW.07 menampung 78 jiwa. Di Jakarta Timur, Masjid Al Muqorrobin menjadi lokasi pengungsian bagi 69 jiwa.
Selain permukiman, 14 ruas jalan utama juga tergenang air. Beberapa titik terdampak termasuk Jl. Srengseng Raya, Jl. Daan Mogot KM 13, Jl. Pertenakan Kapuk, Jl. Basoka Raya, dan Jl. Kebon Pala, dengan ketinggian air 10–65 cm, mengganggu aktivitas warga dan transportasi umum.
BPBD DKI menghimbau warga untuk tetap waspada, menghindari genangan air, dan memantau informasi cuaca. Warga yang terdampak disarankan mengungsi ke lokasi aman hingga banjir surut, sambil menjaga keselamatan diri dan keluarga.
Banjir Jakarta kali ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem di ibu kota. Kondisi ini juga menekankan perlunya penanganan sistem drainase dan sungai untuk meminimalisir dampak banjir di masa depan.
