SUKABUMI, NOLESKABAR.COM – Tragedi meninggalnya bocah 12 tahun berinisial NS terus menyisakan duka sekaligus polemik. Di tengah sorotan publik atas dugaan penganiayaan oleh ibu tiri, muncul klarifikasi penting dari ibu kandung korban yang selama ini dikabarkan telah meninggal dunia.
Faktanya, Lisna, ibu kandung NS, masih hidup. Melalui kuasa hukumnya, Mira Widyawati, Lisna menegaskan bahwa dirinya hadir langsung dalam prosesi pemakaman sang anak. Ia membantah keras kabar yang menyebut dirinya telah tiada sejak lama.
“Ibu kandung korban masih hidup dan hadir saat pemakaman. Jadi informasi yang menyebut beliau sudah meninggal itu tidak benar,” ujar Mira, Minggu (22/2/2026).
Lisna dan ayah korban diketahui telah berpisah ketika NS berusia tujuh tahun. Setelah perceraian, sang ayah membawa anak ke pesantren di kampung halamannya.
Sejak saat itu, komunikasi antara ibu dan anak disebut terputus. Lisna mengaku mengalami kesulitan menjalin kontak dengan putranya.
Menurut pengakuan Lisna, anaknya bahkan disebut-sebut pernah diberi tahu bahwa ibunya sudah meninggal dunia.
“Anak ini dikatakan bahwa bundanya sudah tidak ada. Padahal ia sangat ingin tinggal bersama ibunya,” ungkap Mira.
Kondisi ekonomi saat itu membuat Lisna tidak mampu memperjuangkan hak asuh secara hukum. Ia mengaku hanya bisa berharap tetap diberi kesempatan bertemu sang anak, meski kenyataannya akses komunikasi disebut tertutup.
Kabar mengenai kondisi kritis NS baru diterima Lisna ketika anaknya telah berada di ruang ICU. Informasi awal yang ia terima menyebutkan korban mengalami sakit paru-paru.
Ia segera berangkat ke rumah sakit, namun setibanya di sana, putranya sudah meninggal dunia dan jenazah telah dipindahkan untuk proses autopsi.
“Beliau tidak sempat melihat anaknya dalam keadaan hidup,” kata Mira.
Dalam kondisi kritis sebelum meninggal, korban disebut sempat menyampaikan keterangan yang mengarah pada dugaan penganiayaan oleh ibu tiri. Terkait hal itu, Lisna menolak anggapan bahwa anaknya mengarang cerita.
“Logikanya, seseorang yang sedang menghadapi ajal tidak mungkin mengarang cerita,” tegas Mira.
Lisna juga mengaku tidak pernah menerima informasi mengenai dugaan penganiayaan yang sebelumnya dialami anaknya. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian putranya
