Indonesia Bisa Raih Lonjakan Ekspor ke AS Lewat Kesepakatan Baru

2 Min Read
Indonesia Bisa Raih Lonjakan Ekspor ke AS Lewat Kesepakatan Baru (Ilustrasi)

NOLESKABAR.COM – Kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Indonesia diperkirakan akan mendorong lonjakan besar perdagangan bilateral kedua negara.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Anindya Bakrie, menyebut potensi peningkatan perdagangan hingga empat kali lipat dari sekitar 40 miliar dolar AS per tahun saat ini.

Anindya Bakrie menjelaskan, kesepakatan yang kemungkinan ditandatangani bulan depan ini dapat membuat perdagangan lebih seimbang. Indonesia selama ini mencatat surplus perdagangan dengan AS sekitar 2 miliar dolar per bulan.

“Kami tidak keberatan jika AS ingin menyeimbangkan perdagangan. Itu berarti mereka akan mengirim lebih banyak gandum, kapas, minyak, gas, dan produk susu,” ujarnya dikutip Jumat, 23 Januari 2026.

Sementara itu, Indonesia juga akan mendapatkan akses lebih luas untuk mengekspor produk unggulan, termasuk minyak sawit, pakaian, elektronik, dan furnitur, yang sebelumnya dibatasi oleh tarif. Tahun lalu, AS sempat mengancam tarif tambahan 32% untuk ekspor Indonesia, namun kesepakatan baru akan menurunkannya menjadi 19% saat diberlakukan.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, ekspor Indonesia ke AS pada 2024 mencapai 26,54 miliar dolar, didominasi minyak sawit, alas kaki, dan mesin listrik. Sedangkan ekspor AS ke Indonesia tetap di angka 12 miliar dolar, meliputi kedelai, gandum, kapas, dan minyak bumi.

Kesepakatan ini juga berpotensi menarik lebih banyak investasi AS ke Indonesia, sekaligus meningkatkan investasi Indonesia di AS. Bakrie menekankan, peluang investasi dua arah ini akan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Pejabat senior Kementerian Ekonomi Indonesia, Susiwijono Moegiarso, menambahkan bahwa diskusi final kesepakatan telah selesai. Tanda tangan resmi kemungkinan dilakukan bulan depan, tergantung jadwal kedua pemimpin negara.

Dengan kesepakatan ini, Indonesia menargetkan pertumbuhan perdagangan dan investasi yang lebih kuat, sekaligus memperkuat posisi negara di kancah global sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Editor: Adi

Share This Article