JAKARTA, NOLESKABAR.COM-Pemerintah Indonesia mempercepat transformasi pertanian dengan meresmikan 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian yang tersebar di seluruh provinsi. Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah mendorong pertanian modern dan swasembada pangan berkelanjutan.
Balai Besar ini dibentuk melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025, bertujuan menghadirkan pendampingan teknologi pertanian langsung ke lapangan, mulai dari hulu hingga hilir. Setiap balai berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), yang mengawasi penerapan teknologi berbasis kebutuhan spesifik wilayah.
Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menekankan bahwa status baru ini meningkatkan koordinasi antara pusat dan daerah. “Dengan peningkatan ini, program strategis Kementerian Pertanian bisa dijalankan secara seragam dan masif di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Balai Besar akan menjalankan fungsi strategis, mulai dari identifikasi kebutuhan teknologi, uji coba inovasi, diseminasi, hingga penerapan paket teknologi pertanian modern. Tidak hanya itu, balai juga akan memproduksi benih dan bibit unggul bersertifikat, sebagai fondasi peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.
“Keberadaan balai di setiap provinsi memastikan ketersediaan benih dan bibit bermutu, sekaligus menjadi pusat pendampingan petani dalam transformasi dari pertanian tradisional ke modern,” jelas Fadjry.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa modernisasi pertanian harus berbasis inovasi dan teknologi. “Dengan teknologi, produktivitas naik, indeks pertanaman meningkat, dan biaya produksi turun. Inilah transformasi pertanian modern yang kita butuhkan,” tegas Amran.
Modernisasi ini juga menyasar efisiensi biaya, peningkatan daya saing petani, serta ketahanan pangan jangka panjang. Mekanisasi dan teknologi unggul diharapkan bisa dimanfaatkan luas oleh petani dan pelaku usaha pertanian.
Sebagai bagian dari momentum ini, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1), dalam agenda Panen Raya sekaligus pengumuman Swasembada Pangan Nasional. Kegiatan ini dianggap sebagai tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Dengan hadirnya 33 Balai Besar Pertanian Modern, pemerintah menegaskan bahwa pertanian bukan lagi sekadar pekerjaan tradisional, melainkan sektor strategis berbasis teknologi dan inovasi, yang mampu menopang masa depan pangan Indonesia.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bagi seluruh petani dan pelaku usaha pertanian: era pertanian modern telah dimulai, dan kesempatan untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan kini lebih terbuka dari sebelumnya.
Penulis: Fauzan
