JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand. Tim para panahan Merah Putih berhasil merebut gelar juara umum, menegaskan dominasi Indonesia di cabang olahraga ini.
Lima medali emas dari sembilan nomor yang dipertandingkan menjadi bukti nyata kemampuan dan konsistensi atlet Indonesia. Kemenangan ini terasa istimewa karena sekaligus membalas hasil APG 2022 di Solo, ketika Thailand menjadi juara umum.
“Akhirnya! Ini momen yang sudah lama kami tunggu. Anak-anak membuktikan Indonesia tidak sekadar ikut, tetapi menaklukkan lawan,” ujar pelatih kepala tim, Idya Putra Harjianto, dengan ekspresi lega. Minggu, Sabtu 24 Januari 2026.
Para atlet Indonesia tampil luar biasa. Kholidin berhasil meraih emas di men’s individual recurve open. “Ini untuk Indonesia! Rasanya luar biasa bisa berdiri di podium tertinggi,” katanya sambil menggigit medali emas.
Trio Khoirul Anwar, Kholidin, dan Setiawan juga menorehkan prestasi gemilang dengan meraih emas di men’s doubles recurve open. “Kerja keras kami selama bertahun-tahun tidak sia-sia,” kata Khoirul, menegaskan semangat tim.
Atlet putri Indonesia juga mencuri perhatian. Teodora Audi Ayudia Ferelly Essant sukses meraih emas di women’s individual compound open. “Medali ini untuk seluruh atlet Indonesia. Ini luar biasa!” ujarnya penuh semangat.
Ken Swagumilang menambah daftar emas dengan kemenangan di men’s individual compound open, diikuti oleh Arif Firmansyah & Ken Swagumilang yang menutup pesta kemenangan Indonesia di men’s doubles compound open. Hasil ini jauh melebihi target awal tim, yang hanya menargetkan dua emas.
Momen puncak kemenangan terjadi saat para atlet menggigit medali emas dengan penuh emosi, disambut sorak-sorai penonton yang memenuhi stadion. Idya menambahkan, “Kami tidak hanya memenuhi target, tetapi melampauinya dengan gemilang!”
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan disiplin dapat menghasilkan prestasi gemilang. Thailand yang sempat unggul pada APG 2022 kini harus mengakui dominasi Indonesia. Lima emas yang diraih menegaskan bahwa Indonesia adalah kekuatan utama di panahan ASEAN.
Perjuangan Indonesia belum selesai. Masih ada nomor mixed team compound open yang akan digelar Minggu (25/1) melawan Filipina. Peluang menambah koleksi medali emas tetap terbuka lebar.
Dengan hasil ini, Indonesia berdiri gagah di APG 2025 cabang panahan. Kemenangan ini bukan sekadar angka medali, tetapi simbol semangat juang, kerja keras, dan kebanggaan nasional, sekaligus menginspirasi seluruh atlet Indonesia untuk terus mengejar prestasi.
Adi/Sulroni
