Inovasi Pertadex Pertamina Raih Penghargaan Bergengsi di IPITEX Thailand 2026

3 Min Read
Tim inovator Indonesia berpose bangga usai meraih penghargaan bergengsi di ajang IPITEX Thailand 2026. Inovasi Pertadex Pertamina kembali mengharumkan nama bangsa di panggung internasional, membuktikan daya saing riset dan teknologi energi karya anak negeri.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – PT Pertamina (Persero) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan, Pertamina meraih sejumlah penghargaan bergengsi dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 5–9 Januari 2026.

Penghargaan tersebut diberikan oleh National Research Council of Thailand (NRCT) atas inovasi formula produk unggulan Pertadex, bahan bakar diesel rendah sulfur yang dikembangkan untuk menjawab tantangan produksi avtur (bahan bakar pesawat terbang).

Mengusung tema “Boosting Low-Sulphur Diesel Output through New Fuel Formulation and Production-Line Modifications”, inovasi ini memungkinkan peningkatan produksi Pertadex tanpa mengganggu komitmen pasokan avtur. Selain itu, KPI Unit Balikpapan juga berhasil menciptakan berbagai efisiensi operasional, mulai dari pengurangan penggunaan Pertadex sebagai media flushing line hingga percepatan waktu produksi untuk mode avtur dan Pertadex.

General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika dan tantangan bisnis energi global.

“Inovasi adalah bagian dari strategi perusahaan untuk beradaptasi terhadap tantangan, baik dari dalam maupun luar organisasi. Keberhasilan ini membuktikan semangat pekerja Pertamina dalam menghadirkan solusi nyata tidak pernah padam,” ujarnya.

Secara kinerja, inovasi Pertadex memberikan dampak signifikan. Pada 2022, inovasi ini menghasilkan lifting sebesar 1,629 juta barel dan berkontribusi terhadap peningkatan profit perusahaan hingga 7,2 juta dolar AS. Selain itu, waktu produksi berhasil dipangkas dari 10,5 hari menjadi 7,8 hari, dengan kualitas produk tetap terjaga.

Tak hanya berdampak secara ekonomi, inovasi ini juga mendukung aspek keberlanjutan dengan menekan emisi karbon hingga 1.399 ton CO₂ per tahun.

Berkat keunggulan tersebut, KPI Unit Balikpapan berhasil menyabet Gold Medal, Invention Presentation Award, dan Exhibiting Valuable Invention Award. Penghargaan diserahkan langsung oleh Executive Director NRCT, Wiparat De-ong. Tim inovator Pertamina juga menerima Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers (API&R), yang diserahkan oleh CEO API&R, Michal Szota.

Inovasi ini dikembangkan oleh tim Project Collaboration Improvement (PC-Prove) FOMO-DEX yang diketuai Adimas Prasetyaaji, bersama anggota tim lainnya, dengan Ferdana Eldriansyah sebagai fasilitator. Sebelumnya, inovasi tersebut juga meraih Platinum Award, penghargaan tertinggi dalam Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2025.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa capaian ini membuktikan kapabilitas perwira Pertamina yang mampu bersaing di tingkat global.

“Inovasi FOMO-DEX dari Kilang Balikpapan sangat strategis karena menciptakan nilai tambah finansial melalui efisiensi sekaligus mendukung komitmen keberlanjutan perusahaan dengan pengurangan emisi karbon,” jelasnya.

Ia menambahkan, pencapaian di IPITEX 2026 menjadi wujud nyata transformasi berkelanjutan Pertamina dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan ketahanan energi nasional.

Sebagai informasi, IPITEX 2026 diikuti oleh 883 penemu dari 24 negara, termasuk Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Inggris, Polandia, hingga Kanada. Keikutsertaan dan kemenangan KPI Unit Balikpapan semakin menegaskan posisi Indonesia dalam peta inovasi energi dunia.

Share This Article