Israel Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran, Status Darurat Diberlakukan di Yerusalem

2 Min Read
Israel Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran, Status Darurat Diberlakukan di Yerusalem.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Militer Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Serangan ini menandai meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.

Dua suara ledakan keras dilaporkan terdengar di wilayah Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu pagi. Warga setempat menyebutkan ledakan tersebut mengguncang sejumlah kawasan pusat dan timur kota.

Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), ledakan itu disertai dengan dua kepulan asap tebal yang membumbung tinggi ke langit. Asap terlihat jelas dari berbagai sudut kota dan memicu kepanikan di kalangan warga.

Kantor berita Iran, Fars News Agency, melaporkan bahwa ledakan tersebut diduga kuat dipicu oleh serangan rudal yang menghantam wilayah tertentu di Teheran.

“Jenis ledakan tersebut menunjukkan bahwa ini merupakan serangan rudal,” tulis Fars dalam laporannya. Namun, media tersebut belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai target serangan maupun kemungkinan adanya korban jiwa.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Israel mengonfirmasi bahwa pasukan militernya telah melancarkan apa yang disebut sebagai “serangan pendahuluan” terhadap Iran. Langkah ini disebut dilakukan untuk menghadapi ancaman yang dinilai serius.

Pasca-serangan, otoritas Israel menetapkan status darurat nasional. Sirene peringatan dibunyikan di sejumlah wilayah, termasuk di Yerusalem, sebagai peringatan terhadap potensi serangan balasan.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Pertahanan Israel menegaskan bahwa Menteri Pertahanan Israel Katz telah menetapkan keadaan darurat khusus yang berlaku segera di seluruh negeri. Pemerintah juga meminta warga tetap waspada dan mengikuti instruksi keamanan.

Selain menetapkan status darurat, Israel menutup seluruh wilayah udaranya untuk penerbangan sipil. Hingga kini, situasi masih berkembang, sementara dunia internasional terus memantau kemungkinan eskalasi lebih lanjut antara kedua negara.

Penulis; Amin

Share This Article