INTERNATIONAL, NOLESKABAR.COM – Raksasa Spanyol, Real Madrid, berada dalam tekanan besar jelang duel play-off Liga Champions UEFA melawan Benfica.
Bukan tanpa alasan, Los Blancos masih dihantui kekalahan memalukan dari lawan yang sama pada pertemuan terakhir mereka di fase grup.
Dalam laga yang digelar di Estádio da Luz, Madrid takluk dengan skor 2-4. Sempat unggul dan tampil meyakinkan di awal pertandingan, mereka justru kehilangan kendali di babak kedua.
Benfica bangkit lewat permainan agresif dan penyelesaian klinis yang membuat lini belakang Madrid kelimpungan.
Yang paling menyakitkan bagi publik Madrid adalah gol penutup yang lahir di detik-detik akhir laga. Kiper Benfica, Anatoliy Trubin, ikut maju membantu serangan dalam situasi bola mati dan sukses mencetak gol dramatis pada masa tambahan waktu.
Gol tersebut memastikan kemenangan 4-2 bagi Benfica sekaligus memaksa Madrid gagal finis di posisi aman fase grup dan harus melalui jalur play-off.
Kini, kedua tim kembali dipertemukan dalam babak play-off yang akan digelar dua leg. Leg pertama berlangsung pada 17 Februari 2026 di Estádio da Luz, Lisbon, pukul 21.00 CET atau sekitar 03.00 WIB (18 Februari 2026).
Sementara leg kedua dijadwalkan pada 25 Februari 2026 di Santiago Bernabéu, Madrid, pukul 21.00 CET atau sekitar 03.00 WIB (26 Februari 2026).
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket ke babak 16 besar. Bagi Real Madrid, ini adalah kesempatan membalas luka dan memulihkan reputasi sebagai salah satu klub tersukses di Eropa.
Namun bagi Benfica, kemenangan sebelumnya menjadi bukti bahwa mereka mampu menjatuhkan raksasa dan siap kembali memberi kejutan.
Semua mata kini tertuju pada bagaimana Madrid merespons tekanan. Apakah mereka mampu bangkit dan menunjukkan mental juara, atau justru kembali terpeleset di hadapan tim yang sudah pernah mempermalukan mereka?
